Menlu Israel: Damai dengan Palestina tak bisa sekejap
Sabtu, 07 Desember 2013 - 18:25 WIB
Menlu Israel: Damai dengan Palestina tak bisa sekejap
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Luar Negeri Israel, Avigdor Lieberman, mengatakan pembicaraan damai antara Israel dengan-Palestina tidak mungkin tercipta dalam waktu sekejap. Menurutnya butuh waktu jangka panjang untuk mewjudukannya.
Pernyataan Lieberman itu disampaikan Jumat malam, sebagai respon pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, yang menyebut perdamaian kedua pihak akann lebih cepat dalam beberapa tahun.
"Hari ini kepercayaan antara kedua belah pihak berada di titik nol Tidak mungkin untuk menciptakan perdamaian jika Anda tidak memiliki kredibilitas,” kata Lieberman, seperti dikutip AFP, Sabtu (7/12/2013).
“Saya tidak percaya, tahun depan mungkin untuk mencapai solusi yang komprehensif guna meraih beberapa terobosan, tapi saya pikir penting untuk mejaga dialog kami,” lanjut dia. ”Itu penting, karena, jika Anda tidak mampu untuk menyelesaikan konflik , itu sangat penting untuk mengelola konflik ini.”
Kerry, sebelumnya berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, ketika mengunjungi dua negara itu. Dia optimistis, negosiasi yang dimulai akhir Juli 2013 lalu akan membuahkan hasil.
”Saya percaya (upaya) kami lebih dekat untuk mewujudkan perdamaian dari yang kita lalui tahun-tahun sebelumnya,” kata Kerry.
Pernyataan Lieberman itu disampaikan Jumat malam, sebagai respon pernyataan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry, yang menyebut perdamaian kedua pihak akann lebih cepat dalam beberapa tahun.
"Hari ini kepercayaan antara kedua belah pihak berada di titik nol Tidak mungkin untuk menciptakan perdamaian jika Anda tidak memiliki kredibilitas,” kata Lieberman, seperti dikutip AFP, Sabtu (7/12/2013).
“Saya tidak percaya, tahun depan mungkin untuk mencapai solusi yang komprehensif guna meraih beberapa terobosan, tapi saya pikir penting untuk mejaga dialog kami,” lanjut dia. ”Itu penting, karena, jika Anda tidak mampu untuk menyelesaikan konflik , itu sangat penting untuk mengelola konflik ini.”
Kerry, sebelumnya berbicara dengan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dan Presiden Palestina, Mahmud Abbas, ketika mengunjungi dua negara itu. Dia optimistis, negosiasi yang dimulai akhir Juli 2013 lalu akan membuahkan hasil.
”Saya percaya (upaya) kami lebih dekat untuk mewujudkan perdamaian dari yang kita lalui tahun-tahun sebelumnya,” kata Kerry.
(mas)