Diplomat Moskow didakwa, hubungan AS & Rusia tegang

Jum'at, 06 Desember 2013 - 16:04 WIB
Diplomat Moskow didakwa,...
Diplomat Moskow didakwa, hubungan AS & Rusia tegang
A A A
Sindonews.com - Jaksa di Amerika Serikat mendakwa seorang diplomat Rusia dan anggota keluarganya dengan tuduhan melakukan penipuan. Pemerintah Rusia protes dan menyebut penyelidikan terhadap diplomatnya ilegal.

Pemerintah Rusia menyatakan, tuduhan "murahan " itu sebagai propaganda AS. Dakwaan terhadap diplomat Rusia itu, memicu kembali ketegangan hubungan AS dan Rusia.

Sebelumnya kedua pihak berselisih, setelahh Rusia memberikan suaka setahun kepada whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden, 30, yang sejatinya jadi buronan aparat AS. Snowden diburu aparat AS, setelah dia membocorkan penyadapan global NSA.

Kembali ke kasus diplomat Rusia, di mana jaksa di AS mengajukan dakwaan pada November 2013. Diplomat yang namanya tidak diindentifikasi itu, bersama keluarganya dituduh memanfaatkan dana program kesehatan senilai USD1,5 juta. Diplomat itu didakwa terlibat konspirasi untuk melakukan penipuan dana kesehatan dengan membuat pernyataan palsu yang berkaitan dengan masalah kesehatan.

Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, protes dengan tindakan hukum AS itu. Dia menyebut, hal itu sebagai upaya AS untuk membalas Rusia dalam konflik diplomatik. ”Kami tegas menolak tuduhan itu,” kata Ryabkov, seperti dilansir kantor berita milik pemerintah Rusia, Itar -Tass.

”Kami percaya yang mengusik personel diplomatik kami adalah ilegal. Jika Pemerintah AS memiliki klaim terhadap warga negara kita, mereka harus memberikan bukti lewat saluran diplomatik,” lanjut Ryabkov, seperti dikutip Reuters, Jumat (6/12/2013).

Seorang juru bicara FBI, Peter Donald, mengatakan tidak ada yang ditahan dalam kasus diplomat Rusia itu. Sebelumnya, jaksa AS, Preet Bharara mengatakan, bahwa Departemen Luar Negeri AS harus mencopot kekebalan hukum dari diplomat Rusia itu. Jaksa itu juga minta agar aparat keamanan AS menangkapnya.

Departemen Luar Negeri AS menolak berkomentar atas kasus itu. ”Kami tidak berpikir ini akan mempengaruhi hubungan bilateral kami hubungan dengan Rusia,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Marie Harf.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
31 menit yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
3 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
4 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
5 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
6 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
7 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved