Australia terus memata-matai Indonesia

Jum'at, 06 Desember 2013 - 11:49 WIB
Australia terus memata-matai...
Australia terus memata-matai Indonesia
A A A
Sindonews.com - Perdana Menteri Australia,Tony Abbott, mengatakan, Australia akan terus memata-matai Indonesia. Meskipun upaya untuk memperbaiki hubungan kedua negara yang retak telah dimulai.

Hubungan antara Indonesia dan Australia retak, setelah skandal penyadapan ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan sembilan tokoh serta menteri senior Indonesia tahun 2009 terbongkar. Terbongkarnya skandal penyadapan ponsel SBY itu berkat bocoran dokumen dari whistleblower National Agency Security (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden, 30.

Berbicara pada Fairfax Radio pada Jumat (6/12/2013), Abbott ditanya, apakah Australia telah sepakat untuk berhenti total dalam upaya mengumpulkan informasi tentang Indonesia dari intelijennya. Abbott menjawab; ”Tidak. Dan mereka (Indonesia) pasti tidak setuju untuk berhenti mengumpulkan informasi intelijennya terhadap Australia.”

”Tapi kita adalah teman dekat, kami adalah mitra strategis dan saya pasti ingin Australia menjadi mitra terpercaya dari Indonesia dan saya berharap Indonesia bisa menjadi mitra terpercaya dari Australia,” lanjut Abbott.

Abbott berharap, Indonesia bekerja sama dengan Australia untuk menangani masalah penyelundupan manusia. Kemarin, Menteri Luar Negeri Australia, Julie Bishop bertemu dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty M. Natalegawa di Kantor Kemlu Jakarta.

Hasil pertemuan itu, kedua pihak sepakat membuat jalur komunikasi khusus atau “hotline” dalam upaya merajut kembali hubungan kedua negara.

Selain itu, kedua pihak juga menindaklanjuti keinginan Presiden Yudhoyono untuk menjalankan enam poin atau road map kode etik spionase. Bishop kepada wartawan di Jakarta, mengatakan, Pemerintah Australia menyesali atas luka yang dirasakan Presiden Yudhoyono terkait laporan dugaan penyadapan empat tahun lalu itu.
(mas)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Deretan 25 Pemimpin...
Deretan 25 Pemimpin Dunia yang Sampaikan Belasungkawa atas Kematian Sheikh Hamad
29 menit yang lalu
Mantan PM Yordania Sebut...
Mantan PM Yordania Sebut Perang Iran dan AS Tak Ada Gunanya
1 jam yang lalu
Kirim Video ke Agen...
Kirim Video ke Agen Intelijen Iran, Tentara Israel Ini Dipenjara selama 5 Tahun
4 jam yang lalu
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
5 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
6 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
7 jam yang lalu
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved