Dituduh PBB terlibat kejahatan perang, rezim Suriah tak terima
Selasa, 03 Desember 2013 - 11:42 WIB
Dituduh PBB terlibat kejahatan perang, rezim Suriah tak terima
A
A
A
Sindonews.com - Kepala HAM PBB, Navi Pillay, mengatakan penyelidikan telah mengindikasikan, bahwa rezim Suriah terlibat dalam kejahatan perang. Pihak rezim Presiden Bashar al-Assad pun tidak terima dengan tuduhan itu.
Pillay mengatakan, pihaknya telah mirilis daftar orang yang terlibat kejahatan perang Suriah, sesuai hasil penyelidikan. Namun, dia enggan menyebut, apakah Assad masuk dalam daftar itu. Dia hanya menyatakan rezim Assad terindikasi terlibat dalam kejahatan perang dalam skala besar di Suriah.
”Bukti besar (dari) kejahatan yang sangat serius, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Pillay, kemarin seperti dikutip Reuters, Selasa (3/12/2013). ”Bukti menunjukkan, bahwa tanggung jawab ada pada tingkat tertinggi di pemerintahan, termasuk kepala negara.”
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mencibir pernyataan Pillay. ”Dia telah berbicara omong kosong untuk waktu yang lama, dan kita tidak mendengarkan dia,” katanya kepada AP.
Komentar itu disampaikan Mekdad saat berada di Den Haag, dalam pertemuan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) guna membahas upaya untuk menghancurkan senjata kimia Suriah.
Pillay mengindikasikan tokoh senior militer dan Pemerintah Suriah masuk dalam daftar penjahat perang. Namun, dia tetap merahasiakan nama-nama dan bukti spesifik yang berkaitan dengan tindakan kejahatan perang. Menurutnya, nama-nama itu akan muncul dalam tuntutan di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Pillay mengatakan, pihaknya telah mirilis daftar orang yang terlibat kejahatan perang Suriah, sesuai hasil penyelidikan. Namun, dia enggan menyebut, apakah Assad masuk dalam daftar itu. Dia hanya menyatakan rezim Assad terindikasi terlibat dalam kejahatan perang dalam skala besar di Suriah.
”Bukti besar (dari) kejahatan yang sangat serius, kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan,” kata Pillay, kemarin seperti dikutip Reuters, Selasa (3/12/2013). ”Bukti menunjukkan, bahwa tanggung jawab ada pada tingkat tertinggi di pemerintahan, termasuk kepala negara.”
Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal Mekdad, mencibir pernyataan Pillay. ”Dia telah berbicara omong kosong untuk waktu yang lama, dan kita tidak mendengarkan dia,” katanya kepada AP.
Komentar itu disampaikan Mekdad saat berada di Den Haag, dalam pertemuan Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) guna membahas upaya untuk menghancurkan senjata kimia Suriah.
Pillay mengindikasikan tokoh senior militer dan Pemerintah Suriah masuk dalam daftar penjahat perang. Namun, dia tetap merahasiakan nama-nama dan bukti spesifik yang berkaitan dengan tindakan kejahatan perang. Menurutnya, nama-nama itu akan muncul dalam tuntutan di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
(mas)