Presiden Ukraina kecam tindak kekerasan dalam pembubaran demonstran
Minggu, 01 Desember 2013 - 12:51 WIB
Presiden Ukraina kecam tindak kekerasan dalam pembubaran demonstran
A
A
A
Sindonews.com - Presiden Ukraina Viktor Yanukovych mengutuk penggunaan kekerasan terhadap pengunjuk rasa oposisi yang menyebabkan beberapa lusin demonstran terluka, Sabtu (30/11/2013). Ribuan demonstran tersebut beraksi membentuk rantai manusia menutut Pemerintah Ukraina agar berintegrasi dengan Uni Eropa (UE).
"Saya sangat marah dengan apa yang terjadi di Independen Square tadi malam," ungkap Yanukovych. "Saya mengutuk tindakan yang menyebabkan konfrontasi dan membuat orang-orang menderita. Dan saya bersumpah, mereka yang menggunakan kekerasan akan mendapatkan hukuman," imbuh Yanukovych.
Yanukovych berjanji akan menuntut agar kantor Jaksa Agung Ukrainan segera memberikan hasil penyelidikan yang objektif kepada pemerintah dan rakyat Ukraina untuk membuat pihak yang bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Saya tegaskan: kita bersatu dalam pilihan untuk menentukan masa depan UE kita bersama," imbuhnya.
Seperti diketahui, lusinan demonstran mengalami luka-luka setelah polisi anti huru-hara mengunakan pentungan dan granat kejut untuk membubarkan demonstran yang memprotes keputusan Yanukovych yang menolak menandatangani kontrak politik dengan perdagangan bebas dengan UE. Kabarnya, Yanukovich melakukan hal itu karena terikat perjanjian dengan Rusia.
Unjuk rasa untuk menolak keputusan Yanukovych kabarnya akan berlanjut pada Minggu (1/12/2013) dan akan diikuti tiga partai oposisi utama Ukraina.
"Saya sangat marah dengan apa yang terjadi di Independen Square tadi malam," ungkap Yanukovych. "Saya mengutuk tindakan yang menyebabkan konfrontasi dan membuat orang-orang menderita. Dan saya bersumpah, mereka yang menggunakan kekerasan akan mendapatkan hukuman," imbuh Yanukovych.
Yanukovych berjanji akan menuntut agar kantor Jaksa Agung Ukrainan segera memberikan hasil penyelidikan yang objektif kepada pemerintah dan rakyat Ukraina untuk membuat pihak yang bersalah mempertanggungjawabkan perbuatannya. "Saya tegaskan: kita bersatu dalam pilihan untuk menentukan masa depan UE kita bersama," imbuhnya.
Seperti diketahui, lusinan demonstran mengalami luka-luka setelah polisi anti huru-hara mengunakan pentungan dan granat kejut untuk membubarkan demonstran yang memprotes keputusan Yanukovych yang menolak menandatangani kontrak politik dengan perdagangan bebas dengan UE. Kabarnya, Yanukovich melakukan hal itu karena terikat perjanjian dengan Rusia.
Unjuk rasa untuk menolak keputusan Yanukovych kabarnya akan berlanjut pada Minggu (1/12/2013) dan akan diikuti tiga partai oposisi utama Ukraina.
(esn)