Polisi bubarkan paksa aksi rantai manusia di Ukraina

Sabtu, 30 November 2013 - 13:51 WIB
Polisi bubarkan paksa...
Polisi bubarkan paksa aksi rantai manusia di Ukraina
A A A
Sindonews.com - Polisi anti-huru hara di Ibukota Kiev, Ukraina, pada Sabtu (30/11/2013) menggunakan pentungan dan granat kejut untuk membubarkan ribuan demonstran yang beraksi membentuk rantai manusia. Massa menginginkan agar Ukraina berintegrasi dengan Uni Eropa.

Aksi membentuk rantai manusia itu dipcu keputusan Presiden Viktor Yanukovich yang tidak menandatangani perjanjian perdagangan bebas Ukraina dengan Uni Eropa. Tindakan Yanukovich itu diduga, karena Ukraina terikat kerjasama dengan Rusia.

Sejumlah saksi mata mengatakan, polisi menembakkan granat setrum ke arah demonstran. Selain itu, mereka juga menggunakan pentungan untuk membubarkan demonstrasi damai tersebut.

Pukul 05.00 pagi tadi waktu setempat, kawasan alun-alun Independence Square, Kota Kiev dipenuhi polisi anti-huru hara. Aksi massa yang membentuk rantai manusia itu dimulai sejak Jumat kemarin. ”Ini berarti bahwa mayoritas penduduk Ukraina ingin berada di Eropa,” kata Andrii Grytsiuk, seorang mahasiswa Lviv, Ukraina yang ikut dalam demonstrasi.

Sekitar 100 orang bahkan menyeberangi perbatasan Ukraina-Polandia untuk memperpanjang rantai manusia yang menembus Uni Eropa. ”Puluhan ribu orang terkunci tangan di semua kota dari Kiev ke perbatasan barat,” kata salah satu penyelenggara aksi rantai manusia, Oleksandr Pakhalchuk.


Reuters, melaporkan, massa yang melakukan aksi membuat rantai manusia itu menyebut, Presiden Yanukovich telah ”mencuri mimpi” rakyat Ukraina yang ingin berintegrasi lebih dekat dengan Eropa. Di Independence Square, sekitar 10 ribu massa meneriakkan “Ukraina adalah Eropa".

“Hari ini mereka mencuri mimpi kita, mimpi kita hidup secara normal sebagai warga negara,” kata juara tinju kelas berat Vitaly Klitschko, yang merupakan calon Presiden Ukraina 2015, saat ikut demonstrasi.
(mas)
Berita Terkait
Di Tengah Perang dengan...
Di Tengah Perang dengan Ukraina, Video Rusia Unjuk Kekuatan Militer Beredar
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Kedutaan Ukraina untuk...
Kedutaan Ukraina untuk Indonesia Rilis Video Kerusakan akibat Agresi Rusia
Rusia Terus Gempur Pertahanan...
Rusia Terus Gempur Pertahanan Pasukan Ukraina di Kota Urozhainoye, Donetsk Selatan
Terjebak Perang, 9 WNI...
Terjebak Perang, 9 WNI Warga Binjai Minta Tolong Dievakuasi dari Ukraina
Rusia Menembak Jatuh...
Rusia Menembak Jatuh 2 Jet Tempur MiG-29 Angkatan Udara Ukraina di Kherson
Berita Terkini
3 Fakta Penembakan Bayi...
3 Fakta Penembakan Bayi Palestina Berusia 7 Bulan oleh Tentara Israel
2 jam yang lalu
Selalu Jadi Target Iran,...
Selalu Jadi Target Iran, Kuwait Beli Senjata Anti-Drone Senilai Rp36 Triliun dari AS
3 jam yang lalu
140 Drone Ukraina Hajar...
140 Drone Ukraina Hajar St Petersburg, Rusia: Serangan Ini Belum Pernah Terjadi Sebelumnya
4 jam yang lalu
Putin Klaim Tak Melihat...
Putin Klaim Tak Melihat Adanya Provokasi dari Iran
5 jam yang lalu
Hanya Karena Dukung...
Hanya Karena Dukung Iran, Presenter TV Cantik Kuwait Ini Dijatuhi Hukuman Penjara
6 jam yang lalu
Negara Anggota NATO...
Negara Anggota NATO Ini Mengalami Kemandulan Kemampuan Militer Terburuk
7 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Paling...
10 Universitas Paling Diminati di SNBT 2026, UI Paling Favorit
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved