Rezim Assad: Oposisi takut dengan pemilu
Kamis, 28 November 2013 - 18:22 WIB
Rezim Assad: Oposisi takut dengan pemilu
A
A
A
Sindonews.com – Rezim Pemerintah Suriah pimpinan Presiden Bashar al-Assad menuding kelompok oposisi Suriah takut dengan pemilu. Sehingga mereka menginginkan Pemerintah Assad lengser.
Tudingan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal al-Mekdad. Menurutnya, pihak oposisi takut dengan suara mayoritas yang diinginkan rakyat Suriah.
"Saya pikir mereka hidup di zaman yang berbeda. Orang-orang ini berasal dari Abad Pertengahan. Mereka menentang demokrasi. Mereka menentang pemilu, dan mereka menentang keutuhan wilayah dan persatuan rakyat Suriah,” kata Mekdad seperti dikutip CNN, Kamis (28/11/2013).
”Kami siap untuk berbicara pada apa pun, kecuali ada tindakan yang menciptakan ruang hampa di Suriah, yang akan mengarah pada disintegrasi bangsa,” lanjut Mekdad.
”Dan keputusan kami adalah untuk menempatkan semua yang kita sepakati untuk referendum oleh rakyat Suriah, karena orang-orang Suriah adalah pemilik keputusan akhir dalam seluruh proses,” imbuh dia.
Mekdad menuding kelompok oposisi melibatkan peran asing, karena takut dengan keputusan rakyat Suriah yang dia klaim tetap berpihak pada pemerintah. ”Mereka takut dari keputusan rakyat karena mereka tahu, mereka terisolasi dan mereka tahu orang-orang tidak bersama mereka.”
Sementara itu, Presiden Koalisi Oposisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba, mengatakan oposisi siap berhadapan dengan kubu rezim Assad dalam Konferensi Jenewa II, pada 22 Januari 2014 mendatang.
“Kami sekarang siap untuk pergi ke Jenewa,” kata Jarba. Dia berkeyakinan, konferensi itu sebagai jalan bagi Assad untuk lengser.
Tudingan itu disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Suriah, Faisal al-Mekdad. Menurutnya, pihak oposisi takut dengan suara mayoritas yang diinginkan rakyat Suriah.
"Saya pikir mereka hidup di zaman yang berbeda. Orang-orang ini berasal dari Abad Pertengahan. Mereka menentang demokrasi. Mereka menentang pemilu, dan mereka menentang keutuhan wilayah dan persatuan rakyat Suriah,” kata Mekdad seperti dikutip CNN, Kamis (28/11/2013).
”Kami siap untuk berbicara pada apa pun, kecuali ada tindakan yang menciptakan ruang hampa di Suriah, yang akan mengarah pada disintegrasi bangsa,” lanjut Mekdad.
”Dan keputusan kami adalah untuk menempatkan semua yang kita sepakati untuk referendum oleh rakyat Suriah, karena orang-orang Suriah adalah pemilik keputusan akhir dalam seluruh proses,” imbuh dia.
Mekdad menuding kelompok oposisi melibatkan peran asing, karena takut dengan keputusan rakyat Suriah yang dia klaim tetap berpihak pada pemerintah. ”Mereka takut dari keputusan rakyat karena mereka tahu, mereka terisolasi dan mereka tahu orang-orang tidak bersama mereka.”
Sementara itu, Presiden Koalisi Oposisi Nasional Suriah, Ahmad Jarba, mengatakan oposisi siap berhadapan dengan kubu rezim Assad dalam Konferensi Jenewa II, pada 22 Januari 2014 mendatang.
“Kami sekarang siap untuk pergi ke Jenewa,” kata Jarba. Dia berkeyakinan, konferensi itu sebagai jalan bagi Assad untuk lengser.
(mas)