Protes jadwal pemilu, sejumlah bom meledak di Bangladesh
Selasa, 26 November 2013 - 16:35 WIB
Protes jadwal pemilu, sejumlah bom meledak di Bangladesh
A
A
A
Sindonews.com – Sejumlah bom meledak di wilayah Bangladesh pada Selasa (26/11/2013). Sejumlah ledakan bom itu sebagai bentuk protes atas penetapan jadwal pemilu 5 Januari 2013 oleh Komisi Pemilihan Umum Bangladesh.
Salah satu bom meledak di rel kereta api. Bom itu diklaim dibuat dan diledakkan sendiri oleh kelompok pro-oposisi Bangladesh. Akibat ledakan bom di rel kereta api itu, layanan transportasi terganggu. Tak hanya ledakan bom, sejumlah kerusuhan juga pecah.
Salah satunya, bentrokan antara massa pro-oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dengan aparat kepolisian. ”Satu orang tewas dan puluhan luka-luka di seluruh negeri dalam bentrokan itu,” tulis Reuters, mengutip keterangan para saksi mata.
BNP menentang keras keputusan Komisi Pemilihan Umum itu. BNP mendesak penundaan jadwal pemilu sampai ada kesepakatan pembentukan kabinet sementara untuk mengawasi jalannya pemilu.
Selain bom di rel kereta api, bom rakitan juga dilaporkan meledak di Dhaka dan di tempat lain. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi, kemunkinan jatuhnya korban jiwa dalan insiden sejumlah ledakan bom itu.
Sebelumnya, melalui siaran stasiun televisi negara, kemarin, Kepala Komisi Pemilihan Umum, Kazi Rakibuddin Ahmad, mengumumkan bahwa pemilu Bangladesh digelar 5 Januari 2014. Dia mendesak semua pihak untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi itu.
Menurutnya, tentara akan dikerahkan di seluruh negara untuk mencegah bentrokan antar-kubu politisi yang berseteru. ”Pemilu akan diselenggarakan pada 5 Januari 2014," kata Ahmad. Menurut Ahmad, pihaknya telah meminta Presiden Abdul Hamid untuk merundingkan diakhirinya sengketa antara Liga Awami Hasina dan BNP.
Salah satu bom meledak di rel kereta api. Bom itu diklaim dibuat dan diledakkan sendiri oleh kelompok pro-oposisi Bangladesh. Akibat ledakan bom di rel kereta api itu, layanan transportasi terganggu. Tak hanya ledakan bom, sejumlah kerusuhan juga pecah.
Salah satunya, bentrokan antara massa pro-oposisi Partai Nasionalis Bangladesh (BNP) dengan aparat kepolisian. ”Satu orang tewas dan puluhan luka-luka di seluruh negeri dalam bentrokan itu,” tulis Reuters, mengutip keterangan para saksi mata.
BNP menentang keras keputusan Komisi Pemilihan Umum itu. BNP mendesak penundaan jadwal pemilu sampai ada kesepakatan pembentukan kabinet sementara untuk mengawasi jalannya pemilu.
Selain bom di rel kereta api, bom rakitan juga dilaporkan meledak di Dhaka dan di tempat lain. Sampai saat ini belum ada keterangan resmi, kemunkinan jatuhnya korban jiwa dalan insiden sejumlah ledakan bom itu.
Sebelumnya, melalui siaran stasiun televisi negara, kemarin, Kepala Komisi Pemilihan Umum, Kazi Rakibuddin Ahmad, mengumumkan bahwa pemilu Bangladesh digelar 5 Januari 2014. Dia mendesak semua pihak untuk ambil bagian dalam pesta demokrasi itu.
Menurutnya, tentara akan dikerahkan di seluruh negara untuk mencegah bentrokan antar-kubu politisi yang berseteru. ”Pemilu akan diselenggarakan pada 5 Januari 2014," kata Ahmad. Menurut Ahmad, pihaknya telah meminta Presiden Abdul Hamid untuk merundingkan diakhirinya sengketa antara Liga Awami Hasina dan BNP.
(mas)