AS keluarkan travel warning ke Korut

Kamis, 21 November 2013 - 20:58 WIB
AS keluarkan travel...
AS keluarkan travel warning ke Korut
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat telah memperbaharui peringatan kepada warganya agar tidak bepergian (travel warning) ke Korea Utara (Korut). Lembaga travel warning AS mendesak warga AS untuk menghindari perjalanan terbang ke Korut dan tidak akan mengizinkan mereka untuk berkunjung ke negara komunis tersebut, Selasa (19/11/2013).

Peringatan itu menyusul tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh Korut terhadap warga AS. Merrill Newman (85), seorang veteran Amerika Serikat (AS) yang bermimpi mengunjungi Korut. Ia ditahan saat berada dalam pesawat yang akan mengangkutnya kembali ke AS pada 26 Oktober lalu.

Newman Jeff, putra Newman mengatakan kepada CNN, Rabu (21/11/2013) mengatakan, sehari sebelum kembali ke AS, ayahnya melakukan pertemuan dengan seorang pejabat Korut, dia membicarakan kondisi Angkatan Darat Korut setelah lebih 50 tahun perang berakhir.

Keesokan harinya, lima menit sebelum pesawatnya lepas landas, dia dikawal turun dari pesawat. "Mengapa ayah sangat ingin melakukan perjalanan ke negara yang terisolasi tersebut, di mana AS tidak memiliki hubungan diplomatik? Itu adalah sebuah mimpi seorang veteran," ungkap Jeff

Setelah ditahan, belum ada kabar terbaru tentang nasib Newman. Sejumlah kerabat Newman dan Pemerintah AS hingga kini sedang mengupayakan pembabasannya. Departemen Luar Negeri AS telah mengetahui kabar tersebut, namun mereka menolak berkomentar dengan alasan privasi.

Sementara itu, utusan khusus AS untuk Korut, Glyn Davies telah meminta pemerintah Korut membebaskan Newman. "Melalui kedutaan Swedia di Pyonyang, AS sedang berusaha sangat keras untuk menyelesaikan masalah ini," ungkap Davies. "Ada pejabat AS yang telah melakukan kontak rutin dengan kelurga mereka yang ditahan di Korut," imbuh Davies.

"Secara umum yang lebih penting bagi AS, lebih bertangung jawab untuk melakukan segala hal yang kami bisa untuk mengamankan kesejahteraan warga AS di luar negeri. Tapi, penahanan warga AS dan pembicaraan tentang program nuklir Korut adalah dua hal yang berbeda," tutur Davies.

"Saya tidak mau membuat itu seperti sebuah garis. Saya pastinya berpikir bahwa Korut seharusnya berfikir panjang dan keras tentang kasus penahanan tersebut," imbaunya.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
3 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
4 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
5 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
6 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
7 jam yang lalu
Drone Hizbullah Hantam...
Drone Hizbullah Hantam Kendaraan Kepala Komando Utara IDF di Lebanon Selatan
8 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved