Australia peringatkan warganya yang ada di Indonesia
Kamis, 21 November 2013 - 10:47 WIB
Australia peringatkan warganya yang ada di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Australia telah mengeluarkan peringatan kepada warganya yang bepergian ke Indonesia untuk berhati-hati di saat kondisi Indonesia dan Australia merenggang.
Warga Australia diminta memantau pemberitaan media Indonesia dan mewaspadai kemungkinan kerusuhan setelah ada informasi Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada hari ini (21/11/2013) jadi sasaran demonstrasi.
Peringatan itu sebagai dampak kemarahan Pemerintah Indonesia terkait skandal penyadapan ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, istrinya, serta para menteri senior pada 2009 oleh intelijen Australia, terbongkar.
Terbongkarnya skandal penyadapan itu, bermula dari bocoran dokumen whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden.
“Travel advisory yang dikeluarkan pada tengah malam tadi mencakup informasi kemungkinan adanya kerusuhan sipil dan ketegangan politik,” bunyi laporan media Australia, Sydney Morning Herald, mengutip informasi travel advisory yang dikeluarkan pemerintah setempat.
”Polisi setempat (Indonesia) menyampaikan, bahwa demonstrasi direncanakan digelar di luar Kedutaan Besar Australia pada tanggal 21 November 2013. Warga Australia harus memantau media lokal, menghindari protes, mempertahankan tingkat kewaspadaan dan keamanan,” bunyi travel advisory itu.
Warga Australia diminta memantau pemberitaan media Indonesia dan mewaspadai kemungkinan kerusuhan setelah ada informasi Kedutaan Besar Australia di Jakarta pada hari ini (21/11/2013) jadi sasaran demonstrasi.
Peringatan itu sebagai dampak kemarahan Pemerintah Indonesia terkait skandal penyadapan ponsel Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, istrinya, serta para menteri senior pada 2009 oleh intelijen Australia, terbongkar.
Terbongkarnya skandal penyadapan itu, bermula dari bocoran dokumen whistleblower National Security Agency (NSA) Amerika Serikat, Edward Joseph Snowden.
“Travel advisory yang dikeluarkan pada tengah malam tadi mencakup informasi kemungkinan adanya kerusuhan sipil dan ketegangan politik,” bunyi laporan media Australia, Sydney Morning Herald, mengutip informasi travel advisory yang dikeluarkan pemerintah setempat.
”Polisi setempat (Indonesia) menyampaikan, bahwa demonstrasi direncanakan digelar di luar Kedutaan Besar Australia pada tanggal 21 November 2013. Warga Australia harus memantau media lokal, menghindari protes, mempertahankan tingkat kewaspadaan dan keamanan,” bunyi travel advisory itu.
(mas)