Usai dikritik, China kirim kapal rumah sakit ke Filipina
Rabu, 20 November 2013 - 14:36 WIB
Usai dikritik, China kirim kapal rumah sakit ke Filipina
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah China mengirim kapal rumah sakit ke Filipina, setelah muncul kritik dari asing dan domestik atas lambannya bantuan China untuk para korban topan Haiyan. Data resmi Pemerintah Filipina, sebanyak 4 ribu orang tewas akibat terjangan topan terkuat di dunia itu.
Kritik asing bermunculan, karena sebelumnya China yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia terlalu sedikit memberikan bantuan untuk Filipina.
Kementerian Luar Negeri di Beijing mengatakan, bantuan kemanusian tahap pertama dari China sebanyak 14 ribu ton sudah sampai di Filipina.
Sedangkan kapal rumah sakit yang dikirim belum diketahui kapan tiba di Filipina. ”China selalu prihatin dengan bencana angon topan yang menerjang Filipina,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/11/2013).
“Dalam rangka membantu para korban yang kritis dan menyembuhkan para korban yang terluka, kami berencana untuk mengirim tim penyelamat ke daerah bencana,” lanjut Lei.
Bantuan dari China kepada Filipina telah memicu kontroversi. Sebab, kedua negara itu tengah bersengketa atas wilayah Laut China Selatan. Terakhir, Manila mengugat Beijing ke pengadilan PBB atas tuduhan pelanggaran perairan strategis.
China semula memberikan bantuan senilai USD200 ribu. Namun, setelah menuai kritik, China menambah nilai bantuan menjadi USD 1,6 juta.
Kritik asing bermunculan, karena sebelumnya China yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia terlalu sedikit memberikan bantuan untuk Filipina.
Kementerian Luar Negeri di Beijing mengatakan, bantuan kemanusian tahap pertama dari China sebanyak 14 ribu ton sudah sampai di Filipina.
Sedangkan kapal rumah sakit yang dikirim belum diketahui kapan tiba di Filipina. ”China selalu prihatin dengan bencana angon topan yang menerjang Filipina,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, seperti dikutip Reuters, Rabu (20/11/2013).
“Dalam rangka membantu para korban yang kritis dan menyembuhkan para korban yang terluka, kami berencana untuk mengirim tim penyelamat ke daerah bencana,” lanjut Lei.
Bantuan dari China kepada Filipina telah memicu kontroversi. Sebab, kedua negara itu tengah bersengketa atas wilayah Laut China Selatan. Terakhir, Manila mengugat Beijing ke pengadilan PBB atas tuduhan pelanggaran perairan strategis.
China semula memberikan bantuan senilai USD200 ribu. Namun, setelah menuai kritik, China menambah nilai bantuan menjadi USD 1,6 juta.
(mas)