PBB terima resolusi Saudi agar Suriah buka akses bantuan
Rabu, 20 November 2013 - 12:20 WIB
PBB terima resolusi Saudi agar Suriah buka akses bantuan
A
A
A
Sindonews.com - Komite HAM Majelis Umum PBB menyetujui rancangan resolusi dari Arab Saudi. Isi rancangan resolusi itu adalah menuntut Pemerintah Suriah membuka akses untuk bantun kemanusiaan di sana.
Rancangan resolusi itu disahkan oleh Komite Ketiga Majelis Umum kemarin. Dengan demikian PBB akan resmi menuntut pemerintah Suriah untuk berhenti menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak.
Resolusi itu didukung oleh mayoritas dari 123 negara. Namun, resolusi itu ditentang oleh 13 negara, termasuk Rusia dan China. ”Resolusi menekankan bahwa besarnya tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh konflik di Suriah memerlukan tindakan segera untuk memfasilitasi pengiriman bantuan tanpa hambatan di seluruh negeri,” bunyi resolusi itu, seperti dikutip al-Arabiya, Rabu (20/11/2013).
“Ini (resolusi) menuntut agar Pemerintah Suriah segera mengambil langkah untuk memfasilitasi perluasan operasi bantuan kemanusiaan,” lanjut bunyi resolusi itu. Pembukaan akses bantuan kemanusiaan itu, juga meliputi wilayah di dekat Damaskus, yang disasar senjata kimia pada 21 Agustus 2013 lalu.
PBB sudah melakukan investigasi. Hasilnya, membenarkan adanya serangan senjata kimia, namun tidak menyebut pelaku atau kubu mana yang melakukan serangan. Amerika Serikat dan pemberontak menyalahkan kubu rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai pelaku serangan yang mereka klaim menewaskan lebih dari 1.400 orang. Namun, Assad menepis tuduhan itu, dan menuduh balik pelakunya adalah pasukan pemberontak.
Data PBB memperkirakan, bahwa 6,8 juta rakyat Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Resolusi itu juga berisi kutukan terhadap segala bentuk kekerasan, terlepas dari kubu mana yang melakukannya.
Rancangan resolusi itu disahkan oleh Komite Ketiga Majelis Umum kemarin. Dengan demikian PBB akan resmi menuntut pemerintah Suriah untuk berhenti menghambat pengiriman bantuan kemanusiaan dari berbagai pihak.
Resolusi itu didukung oleh mayoritas dari 123 negara. Namun, resolusi itu ditentang oleh 13 negara, termasuk Rusia dan China. ”Resolusi menekankan bahwa besarnya tragedi kemanusiaan yang disebabkan oleh konflik di Suriah memerlukan tindakan segera untuk memfasilitasi pengiriman bantuan tanpa hambatan di seluruh negeri,” bunyi resolusi itu, seperti dikutip al-Arabiya, Rabu (20/11/2013).
“Ini (resolusi) menuntut agar Pemerintah Suriah segera mengambil langkah untuk memfasilitasi perluasan operasi bantuan kemanusiaan,” lanjut bunyi resolusi itu. Pembukaan akses bantuan kemanusiaan itu, juga meliputi wilayah di dekat Damaskus, yang disasar senjata kimia pada 21 Agustus 2013 lalu.
PBB sudah melakukan investigasi. Hasilnya, membenarkan adanya serangan senjata kimia, namun tidak menyebut pelaku atau kubu mana yang melakukan serangan. Amerika Serikat dan pemberontak menyalahkan kubu rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad sebagai pelaku serangan yang mereka klaim menewaskan lebih dari 1.400 orang. Namun, Assad menepis tuduhan itu, dan menuduh balik pelakunya adalah pasukan pemberontak.
Data PBB memperkirakan, bahwa 6,8 juta rakyat Suriah membutuhkan bantuan kemanusiaan. Resolusi itu juga berisi kutukan terhadap segala bentuk kekerasan, terlepas dari kubu mana yang melakukannya.
(mas)