Pesawat jatuh & meledak di Rusia, 50 orang tewas
Senin, 18 November 2013 - 11:45 WIB
Pesawat jatuh & meledak di Rusia, 50 orang tewas
A
A
A
Sindonews.com - Sebuah pesawat Boeing 737 jatuh pada Minggu (17/11/2013) di kota Kazan, Rusia Kazan. Hingga Senin (18/11/2013), jumlah korban tewas akibat insiden itu mencapai 50 orang.
Putra Presiden Tatarstan, negara pecahan Uni Soviet yang kaya minyak, serta kepala dinas intelijen FSB, masuk daftar korban tewas dari pesawat yang meledak saat jatuh itu. Televisi Rusia menyiarkan video buram yang menunjukkan adanya cahaya kilat saat pesawat itu jatuh.
Pesawat U363 itu lepas landas dari Bandara Domodedovo, Moskow pada 18:25 waktu setempat atau pukul 14.25 waktu GMT. Pesawat itu, jatuh satu jam setelah lepas landas. Menurut para pejabat, pesawat sewaan itu berusia 23 tahun.
Reuters melaporkan, Irek Minnikhanov, putra Presiden Tatarstan Rustam Minnikhanov, dan kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) Alexander Antonov, merupakan dua dari penumpang pesawat yang dilaporkan tewas dalam insiden itu.
Menurut Asosiasi Transportasi Pesawat Internasional, Rusia dan negara-negara pecahan Uni Soviet memiliki jejak rekam terburuk di dunia dalam hal kecelakaan pesawat. Pada 2011, setidaknya tiga kali kasus kecelakaan pesawat terjadi di negara-negara itu.
Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut insiden itu sebagai “tragedi menakutkan.” Dia melalui Twitter, menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap para kerabat korban.
Pejabat dari pesawat Boeing mengeluarkan pernyataan soal kecelakaan pesawat tersebut. ”Boeing siap untuk menyediakan bantuan teknis kepada otoritas penyelidik, untuk menyelidiki kecelakaan itu,” bunyi pernyataan Boeing.
Juru bicara Pemerintah Rusia untuk Lembaga Pengawasan Penerbangan Rosaviatsia, Sergei Izvolsky, membenarkan pesawat itu meledak saat jatuh. Pihaknya akan mencari kotak hitam atau perekam pesawat saat terjatuh. Menurutnya, penyebab kecelakaan itu belum diketahui. ”Pesawat itu menyentuh tanah dan meledak,” ujarnya.
Putra Presiden Tatarstan, negara pecahan Uni Soviet yang kaya minyak, serta kepala dinas intelijen FSB, masuk daftar korban tewas dari pesawat yang meledak saat jatuh itu. Televisi Rusia menyiarkan video buram yang menunjukkan adanya cahaya kilat saat pesawat itu jatuh.
Pesawat U363 itu lepas landas dari Bandara Domodedovo, Moskow pada 18:25 waktu setempat atau pukul 14.25 waktu GMT. Pesawat itu, jatuh satu jam setelah lepas landas. Menurut para pejabat, pesawat sewaan itu berusia 23 tahun.
Reuters melaporkan, Irek Minnikhanov, putra Presiden Tatarstan Rustam Minnikhanov, dan kepala Dinas Keamanan Federal (FSB) Alexander Antonov, merupakan dua dari penumpang pesawat yang dilaporkan tewas dalam insiden itu.
Menurut Asosiasi Transportasi Pesawat Internasional, Rusia dan negara-negara pecahan Uni Soviet memiliki jejak rekam terburuk di dunia dalam hal kecelakaan pesawat. Pada 2011, setidaknya tiga kali kasus kecelakaan pesawat terjadi di negara-negara itu.
Perdana Menteri Rusia, Dmitry Medvedev, menyebut insiden itu sebagai “tragedi menakutkan.” Dia melalui Twitter, menyampaikan ucapan belasungkawa terhadap para kerabat korban.
Pejabat dari pesawat Boeing mengeluarkan pernyataan soal kecelakaan pesawat tersebut. ”Boeing siap untuk menyediakan bantuan teknis kepada otoritas penyelidik, untuk menyelidiki kecelakaan itu,” bunyi pernyataan Boeing.
Juru bicara Pemerintah Rusia untuk Lembaga Pengawasan Penerbangan Rosaviatsia, Sergei Izvolsky, membenarkan pesawat itu meledak saat jatuh. Pihaknya akan mencari kotak hitam atau perekam pesawat saat terjatuh. Menurutnya, penyebab kecelakaan itu belum diketahui. ”Pesawat itu menyentuh tanah dan meledak,” ujarnya.
(mas)