Wapres Boediono & JK juga jadi target spionase Australia
Senin, 18 November 2013 - 09:44 WIB
Wapres Boediono & JK juga jadi target spionase Australia
A
A
A
Sindonews.com - Agen mata-mata Australia berusaha untuk menguping saluran telepon dari Presiden Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Selain SBY, Wakil Presiden Boediono dan mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) juga jadi target penyadapan Australia.
Demikian bocoran dokumen dari whistleblower NSA, Edward Snowden yang dilansir Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan The Guardian, Senin (18/11/2013). Istri SBY, Ani Yudhoyono dan para menteri senior Indonesia, juga masuk daftar target penyadapan mata-mata Australia.
“(Daftar target penyadapan), Wakil Presiden Boediono, yang berada di Australia pekan lalu , mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, juru bicara urusan luar negeri, Menteri Keamanan dan Menteri Informasi,” bunyi bocoran Snowden, yang dilansir sejumlah media asing itu.
Menurut ABC, salah satu dokumen berjudul "3G impact and update", mengungkap upaya pemetaan intelijen Australia untuk terus mengikuti peluncuran teknologi 3G di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara .
Masih menurut media Australia itu, sejumlah opsi dibuat rekomendasi untuk memilih salah satu dari mereka dalam target (penyadapan), dalam hal ini para pemimpin Indonesia.
Rilis terbaru dari bocoran dokumen Snowden muncul, hanya beberapa minggu setelah sejumlah kantor Kedutaan Besar Australia di luar negeri, termasuk di Jakarta, terlibat dalam jaringan mata-mata global Amerika Serikat.
Terbongkarnya fasilitas penyadapan di Kedubes Australia di Jakarta itu sempat memicu reaksi keras dari Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa.
Bocoran itu, kemudian diikuti laporan Guardian awal bulan inim bahwa Australia dan Amerika Serikat melancarkan operasi mata-mata secara bersama-sama terhadap Indonesia pada tahun 2007, yakni pada momen perundingan iklim PBB di Bali.
Demikian bocoran dokumen dari whistleblower NSA, Edward Snowden yang dilansir Australian Broadcasting Corporation (ABC) dan The Guardian, Senin (18/11/2013). Istri SBY, Ani Yudhoyono dan para menteri senior Indonesia, juga masuk daftar target penyadapan mata-mata Australia.
“(Daftar target penyadapan), Wakil Presiden Boediono, yang berada di Australia pekan lalu , mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, juru bicara urusan luar negeri, Menteri Keamanan dan Menteri Informasi,” bunyi bocoran Snowden, yang dilansir sejumlah media asing itu.
Menurut ABC, salah satu dokumen berjudul "3G impact and update", mengungkap upaya pemetaan intelijen Australia untuk terus mengikuti peluncuran teknologi 3G di Indonesia dan seluruh Asia Tenggara .
Masih menurut media Australia itu, sejumlah opsi dibuat rekomendasi untuk memilih salah satu dari mereka dalam target (penyadapan), dalam hal ini para pemimpin Indonesia.
Rilis terbaru dari bocoran dokumen Snowden muncul, hanya beberapa minggu setelah sejumlah kantor Kedutaan Besar Australia di luar negeri, termasuk di Jakarta, terlibat dalam jaringan mata-mata global Amerika Serikat.
Terbongkarnya fasilitas penyadapan di Kedubes Australia di Jakarta itu sempat memicu reaksi keras dari Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa.
Bocoran itu, kemudian diikuti laporan Guardian awal bulan inim bahwa Australia dan Amerika Serikat melancarkan operasi mata-mata secara bersama-sama terhadap Indonesia pada tahun 2007, yakni pada momen perundingan iklim PBB di Bali.
(mas)