Perundingan damai Palestina-Israel telah tertunda 2 pekan
Sabtu, 16 November 2013 - 23:34 WIB
Perundingan damai Palestina-Israel telah tertunda 2 pekan
A
A
A
Sindonews.com – Kepala Perunding Palestina, Saeb Erekat, mengatakan pada Sabtu (16/11/2013), bahwa pembicaraan damai Palestina dengan Israel telah tertunda sejak ia dan rekan-rekannya menyerahkan pengunduran diri mereka dua pekan lalu.
Erekat mengatakan kepada Xinhua, bahwa ia berharap Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan menetapkan tim perunding baru untuk mewakili Palestina dalam pembicaraan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) itu.
Menurutnya, pengunduran diri mereka masih tertunda karena Abbas belum menyetujuinya. Erekat juga menegaskan, bahwa pengunduran dirinya bukank berarti Palestina penarikan dari negosiasi dengan Israel yang telah dimulai sejak Juli lalu, setelah sempat terhenti selama tiga tahun.
"Negosiasi akan menghabiskan masa sembilan bulan, kata Erekat. Para perunding Palestina mengundurkan diri pada 5 November lalu sebagai protes terhadap peningkatan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem timur.
Negosiasi ini sendiri bertujuan untuk menciptakan sebuah negara Palestina yang meliputi wilayah yang direbut Israel pada tahun 1967 dengan beberapa pertukaran lahan. Namun, Erekat mengatakan, Israel sedang membangun permukiman dan merusak solusi dua-negara.
Erekat mengatakan kepada Xinhua, bahwa ia berharap Presiden Palestina Mahmoud Abbas akan menetapkan tim perunding baru untuk mewakili Palestina dalam pembicaraan yang ditengahi oleh Amerika Serikat (AS) itu.
Menurutnya, pengunduran diri mereka masih tertunda karena Abbas belum menyetujuinya. Erekat juga menegaskan, bahwa pengunduran dirinya bukank berarti Palestina penarikan dari negosiasi dengan Israel yang telah dimulai sejak Juli lalu, setelah sempat terhenti selama tiga tahun.
"Negosiasi akan menghabiskan masa sembilan bulan, kata Erekat. Para perunding Palestina mengundurkan diri pada 5 November lalu sebagai protes terhadap peningkatan pembangunan permukiman Yahudi di Tepi Barat dan Yerusalem timur.
Negosiasi ini sendiri bertujuan untuk menciptakan sebuah negara Palestina yang meliputi wilayah yang direbut Israel pada tahun 1967 dengan beberapa pertukaran lahan. Namun, Erekat mengatakan, Israel sedang membangun permukiman dan merusak solusi dua-negara.
(esn)