AS tawarkan Rp116 miliar untuk info teroris di Benghazi
Sabtu, 16 November 2013 - 11:16 WIB
AS tawarkan Rp116 miliar untuk info teroris di Benghazi
A
A
A
Sindonews.com - Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, diam-diam telah menawarkan hadiah $10 juta atau sekitar Rp116 miliar untuk informasi data dan keberadaan teroris yang menyerang Kedutaan Besar AS di Benghazi, Libya.
Serangan yang menewaskan Dubes AS dan tiga warga AS itu terjadi 11 September 2012. Hadiah sebesar itu ditawarkan sejak Januari 2013 lalu.
Ketiga warga AS itu tewas, ketika para militan yang diyakini berafiliasi dengan al-Qaeda menyerang Kedubes AS. Selama ini, serangan itu memicu kontroversi, setelah muncul isu itu adalah tindakan konspirasi yang melibatkan CIA. Terlebih, lokasi Kedubes AS itu sangat dekat dengan markas CIA di Benghazi.
Kontroversi juga terjadi di dalam negeri AS. Di mana, kubu Partai Republik menuduh Presiden AS Barack Obama menyimpan rahasia di balik serangan itu. Sedangkan kubu Partai Demokrat menuduh Partai Republik mempolitisir tragedi tersebut.
Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/11/2013), menyatakan, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menegaskan, bahwa Pemerintah AS telah menawarkan hadiah itu melalui surat yang dikirim ke anggota parlemen Jumat kemarin.
Surat itu dikirimkan kepada politisi Partai Republik yang duduk sebagai anggota DPR AS bidang Komite Keamanan.
”Departemen Luar Negeri hari ini (kemarin) menegaskan bahwa sejak Januari 2013, Program Rewards for Justice (RFJ) telah menawarkan hadiah hingga USD10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan setiap individu yang terlibat serangan pada 11 dan 12 September 2012 di Benghazi,” bunyi pernyataan departemen itu.
Serangan yang menewaskan Dubes AS dan tiga warga AS itu terjadi 11 September 2012. Hadiah sebesar itu ditawarkan sejak Januari 2013 lalu.
Ketiga warga AS itu tewas, ketika para militan yang diyakini berafiliasi dengan al-Qaeda menyerang Kedubes AS. Selama ini, serangan itu memicu kontroversi, setelah muncul isu itu adalah tindakan konspirasi yang melibatkan CIA. Terlebih, lokasi Kedubes AS itu sangat dekat dengan markas CIA di Benghazi.
Kontroversi juga terjadi di dalam negeri AS. Di mana, kubu Partai Republik menuduh Presiden AS Barack Obama menyimpan rahasia di balik serangan itu. Sedangkan kubu Partai Demokrat menuduh Partai Republik mempolitisir tragedi tersebut.
Departemen Luar Negeri AS, seperti dikutip Reuters, Sabtu (16/11/2013), menyatakan, Menteri Luar Negeri AS John Kerry menegaskan, bahwa Pemerintah AS telah menawarkan hadiah itu melalui surat yang dikirim ke anggota parlemen Jumat kemarin.
Surat itu dikirimkan kepada politisi Partai Republik yang duduk sebagai anggota DPR AS bidang Komite Keamanan.
”Departemen Luar Negeri hari ini (kemarin) menegaskan bahwa sejak Januari 2013, Program Rewards for Justice (RFJ) telah menawarkan hadiah hingga USD10 juta untuk informasi yang mengarah pada penangkapan setiap individu yang terlibat serangan pada 11 dan 12 September 2012 di Benghazi,” bunyi pernyataan departemen itu.
(mas)