Bentrok militan & sipil di Libya, 34 orang terbunuh
Sabtu, 16 November 2013 - 09:10 WIB
Bentrok militan & sipil di Libya, 34 orang terbunuh
A
A
A
Sindonews.com – Bentrokan antara militan bersenjata dengan warga sipil di Tripoli, Libya, telah menewaskan 34 orang. Bentrokan yang terjadi sejak Jumat kemarin itu dipicu keinginan warga sipil yang ingin mengusir militan bersenjata.
Selain menewaskan 34 orang, sekitar 300 lainnya terluka. Warga sipil menghendaki para militan bersenjata yang menduduki Tripoli sejak Moamar Khadafi lengser tahun 2011 itu hengkang.
Sebelum bentrokan pecah, semula warga sipil menggelar demonstrasi damai. Namun, lama-kelamaan, demonstrasi itu menjadi ricuh ketika para milisi mengumbar tembakan yang menewaskan dua orang.
Reuters pada Sabtu (16/11/2013) melaporkan, sebuah meriam anti-pesawat meluncur ke arah demonstran yang meneriakkan; ”Kami tidak ingin milisi bersenjata.”
Demonstran sempat berlarian, dan tak berselang lama kembali dengan membawa senjata untuk membalas serangan pada militan bersenjata. Para militan tersebut bersembunyi sampai hingga senja.
Massa dari warga sipil lantas memasuki distrik Gharghour. ”Dan membakar semua villa yang menjadi tempat persembunyian para milisi,” kata Ibrahim, seorang saksi mata. ”Sebagian besar anggota milisi membarikade diri di dalam satu villa.”
Departemen Kesehatan Libya, melaporkan, data resmi yang masuk menyatakan 13 orang tewas dan 285 terluka. Sementara itu, puluhan tentara dengan kendaraan truk mencoba membubarkan massa yang berkumpul.
Perdana Menteri Ali Zeidan mengecam pembunuhan terhadap para demonstran. ”Demonstrasi itu damai dan telah diizinkan oleh Departemen Dalam Negeri , dan kemudian para demonstran diserang pada saat mereka memasuki distrik Gharghur,” ujarnya. ”Kelompok-kelompok bersenjata harus hengkang,” katanya lagi.
Selain menewaskan 34 orang, sekitar 300 lainnya terluka. Warga sipil menghendaki para militan bersenjata yang menduduki Tripoli sejak Moamar Khadafi lengser tahun 2011 itu hengkang.
Sebelum bentrokan pecah, semula warga sipil menggelar demonstrasi damai. Namun, lama-kelamaan, demonstrasi itu menjadi ricuh ketika para milisi mengumbar tembakan yang menewaskan dua orang.
Reuters pada Sabtu (16/11/2013) melaporkan, sebuah meriam anti-pesawat meluncur ke arah demonstran yang meneriakkan; ”Kami tidak ingin milisi bersenjata.”
Demonstran sempat berlarian, dan tak berselang lama kembali dengan membawa senjata untuk membalas serangan pada militan bersenjata. Para militan tersebut bersembunyi sampai hingga senja.
Massa dari warga sipil lantas memasuki distrik Gharghour. ”Dan membakar semua villa yang menjadi tempat persembunyian para milisi,” kata Ibrahim, seorang saksi mata. ”Sebagian besar anggota milisi membarikade diri di dalam satu villa.”
Departemen Kesehatan Libya, melaporkan, data resmi yang masuk menyatakan 13 orang tewas dan 285 terluka. Sementara itu, puluhan tentara dengan kendaraan truk mencoba membubarkan massa yang berkumpul.
Perdana Menteri Ali Zeidan mengecam pembunuhan terhadap para demonstran. ”Demonstrasi itu damai dan telah diizinkan oleh Departemen Dalam Negeri , dan kemudian para demonstran diserang pada saat mereka memasuki distrik Gharghur,” ujarnya. ”Kelompok-kelompok bersenjata harus hengkang,” katanya lagi.
(mas)