Polisi Moskow tangkap anggota kelompok teroris internasional
Kamis, 14 November 2013 - 21:10 WIB
Polisi Moskow tangkap anggota kelompok teroris internasional
A
A
A
Sindonews.com – Polisi Rusia telah menahan seorang anggota kelompok teroris internasional, Hizbut Tahrir al-Islami (Partai Pembebasan Islam). Demikian dinyatakan Kementerian Dalam Negeri Rusia, Kamis (14/11/2013).
“Seorang pria berusia 25 tahun yang berasal dari Republik Tajikistan, ditahan setelah membagikan selebaran yang berisi konten ekstrimis dan mencoba untuk merekrut anggota,” sebut pernyataan kementerian itu, seperti dikutip dari Xinhua.
“Tersangka telah dideportasi beberapa tahun yang lalu karena melanggar undang-undang Rusia,” lanjut pernyataan itu. Ditambahkan pula, pria tersebut kemudian membuat identitas baru dan kembali ke Rusia untuk melanjutkan kegiatan kriminal.
Sebelumnya, Kementerian kontra terorisme Rusia juga telah menahan seorang pria asal Kyrgyztan di sebuah masjid bersejarah di Moskow. Pria itu juga dituduh telah berusaha untuk merekrut orang-orang untuk kelompok yang sama saat shalat Jumat.
Kelompok ekstremis ini diyakini telah didirikan di wilayah Palestina pada 1953, yang bertujuan untuk mengganti pemerintah nasional dengan kekhalifahan universal. Kelompok ini telah dilarang di beberapa negara Asia Tengah. Mahkamah Agung Rusia sendiri telah memasukan kelompok ini ke dalam daftar hitam pada 2003 lalu.
“Seorang pria berusia 25 tahun yang berasal dari Republik Tajikistan, ditahan setelah membagikan selebaran yang berisi konten ekstrimis dan mencoba untuk merekrut anggota,” sebut pernyataan kementerian itu, seperti dikutip dari Xinhua.
“Tersangka telah dideportasi beberapa tahun yang lalu karena melanggar undang-undang Rusia,” lanjut pernyataan itu. Ditambahkan pula, pria tersebut kemudian membuat identitas baru dan kembali ke Rusia untuk melanjutkan kegiatan kriminal.
Sebelumnya, Kementerian kontra terorisme Rusia juga telah menahan seorang pria asal Kyrgyztan di sebuah masjid bersejarah di Moskow. Pria itu juga dituduh telah berusaha untuk merekrut orang-orang untuk kelompok yang sama saat shalat Jumat.
Kelompok ekstremis ini diyakini telah didirikan di wilayah Palestina pada 1953, yang bertujuan untuk mengganti pemerintah nasional dengan kekhalifahan universal. Kelompok ini telah dilarang di beberapa negara Asia Tengah. Mahkamah Agung Rusia sendiri telah memasukan kelompok ini ke dalam daftar hitam pada 2003 lalu.
(esn)