Bantuan China untuk korban topan Filipina tuai kontroversi

Kamis, 14 November 2013 - 16:57 WIB
Bantuan China untuk...
Bantuan China untuk korban topan Filipina tuai kontroversi
A A A
Sindonews.com – Setelah menuai kritik, karena terlalu sedikit memberikan bantuan terhadap para korban bencana topan Haiyan di Filipina, Pemerintah China menambah jumlah bantuan.

Namun, langkah itu kembali memicu kontroversi, karena sebelumnya China dan Filipina berseteru soal klaim Laut China Selatan.

Manila, sebelumnya menuduh Beijing telah bertindak agresif, karena kapal-kapal China telah menduduki wilayah Scarborough Shoal, wilayah sengketa yang diklaim China. Aksi China itu berlangsung sejak tahun lalu.

Pada Senin lalu, China yang merupakan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, mengumumkan telah menyumbang uang tunai USD100 ribu. Majalah Amerika Serikat Time, kemarin melansir laporan, yang menyindir China sebagai negara dengan kekuatan ekonomi terbesar kedua di dunia, tapi terlalu kecil membantu Filipina.

”Pemerintah China telah dibuat agar terlihat kejam di depan masyarakat dunia” tulis media AS itu. Kedutaan Besar China di Filipina, mengatakan China akan memberikan tambahan 10 juta yuan atau sekitar USD1,6 juta kepada para korban topan Haiyan di Filipina.

”Semua bahan bantuan yang telah disiapkan dan akan dikirimkan kepada Pemerintah Filipina sesegera mungkin,” katanya, dalam sebuah pernyataan di situsnya, Kamis (14/11/2013).

Langkah Pemerintah China itu, justru memicu kontroversi di dalam negeri. Para pengguna media sosial di China justru menyerukan agar pemerintahnya tidak membantu Filipina. ”Jika (Pemerintah China) dermawan ke Filipina, itu akan menyakiti orang-orang China sepenuhnya,” tulis seorang pengguna media sosial Sina Weibo.

“Saya pikir apa yang telah dilakukan China adalah rasional. Fakta telah lama menunjukkan kejahatan rezim Filipina yang tidak akan berterima kasih jika kita menyerahkan uang banyak ke mereka. Uang itu bisa digunakan (Filipina) untuk membeli senjata dari Amerika Serikat untuk menyerang kita.”
(mas)
Berita Terkait
Heboh! China Simulasikan...
Heboh! China Simulasikan Penyerangan ke Taiwan Lewat Medsos
Petugas Nakes di China...
Petugas Nakes di China Dilempari Warga
88 WNA China Sindikat...
88 WNA China Sindikat Server Judi dan Pemerasan Online Ditangkap di Batam
Panggung Spektakuler...
Panggung Spektakuler Perayaan 100 Tahun Partai Komunis China
Tsai Tsung-lin Keliling...
Tsai Tsung-lin Keliling Taiwan Serukan Pesan Siap Perang !
Ribuan Penumpang Padati...
Ribuan Penumpang Padati Stasiun Kereta Hongqiao China pada Perayaan Chunyun
Berita Terkini
Iran Tolak Pendapat...
Iran Tolak Pendapat Menlu AS Rubio tentang Kesepakatan Damai
8 jam yang lalu
Trump Ungkap Turki Siap...
Trump Ungkap Turki Siap Gabung Perang Bersama Iran tapi Dicegah AS
9 jam yang lalu
Iran Peringatkan Kapal-kapal...
Iran Peringatkan Kapal-kapal Tidak Melintasi Selat Hormuz Tanpa Izin
10 jam yang lalu
Korban Gempa Venezuela...
Korban Gempa Venezuela Bertambah, 164 Orang Tewas, 971 Luka-luka
11 jam yang lalu
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
12 jam yang lalu
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
13 jam yang lalu
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved