Israel punya rencana untuk membangun 24 ribu pemukiman
Rabu, 13 November 2013 - 01:34 WIB
Israel punya rencana untuk membangun 24 ribu pemukiman
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Israel dilaporkan tengah membuat rencana untuk membangun hampir 24 ribu lebih pemukim baru di wilayah Tepi Barat dan Jerusalem Timur yang diduduki negara yahudi itu. Demikian dilaporkan Peace Now, sebuah kelompok anti pemukiman yahudi, Selasa (12/11/2013).
Peace Now, yang memonitor aktivitas pemukiman di wilayah pendudukan Israel, menyatakan, Kementerian Perumahan Israel telah mengeluarkan tender pada akhir bulan lalu untuk menyusun rencana pembangunan. Lembaga ini juga mempertanyakan komitmen Pemerintah Israel untuk pembicaraan perdamaian dengan Palestina.
"Dengan tender untuk perencanaan, apa yang kita lihat adalah tahap awal yang dapat membuka pintu untuk konstruksi. Tidak dalam jangka pendek, namun beberapa tahun ke depan," sebut Peace Now dalam sebuah pernyataan.
Peace Now mengatakan, satu rencana pembangunan untuk konstruksi di daerah yang sangat sensitif, terjepit di antara Yerusalem dan Ramallah. Menurut lembaga itu, hal ini bisa menghambat segala upaya untuk mencapai kesepakatan tentang masa depan kota suci.
"Pencanangan tender untuk perencanaan adalah bukti tegas, bahwa Netanyahu bermaksud untuk mencegah kemungkinan nyata dari sebuah kesepakatan yang dirundingkan dan solusi dua negara," lanjut pernyataan Peace Now.
Peace Now, yang memonitor aktivitas pemukiman di wilayah pendudukan Israel, menyatakan, Kementerian Perumahan Israel telah mengeluarkan tender pada akhir bulan lalu untuk menyusun rencana pembangunan. Lembaga ini juga mempertanyakan komitmen Pemerintah Israel untuk pembicaraan perdamaian dengan Palestina.
"Dengan tender untuk perencanaan, apa yang kita lihat adalah tahap awal yang dapat membuka pintu untuk konstruksi. Tidak dalam jangka pendek, namun beberapa tahun ke depan," sebut Peace Now dalam sebuah pernyataan.
Peace Now mengatakan, satu rencana pembangunan untuk konstruksi di daerah yang sangat sensitif, terjepit di antara Yerusalem dan Ramallah. Menurut lembaga itu, hal ini bisa menghambat segala upaya untuk mencapai kesepakatan tentang masa depan kota suci.
"Pencanangan tender untuk perencanaan adalah bukti tegas, bahwa Netanyahu bermaksud untuk mencegah kemungkinan nyata dari sebuah kesepakatan yang dirundingkan dan solusi dua negara," lanjut pernyataan Peace Now.
(esn)