Preah Vihear milik Kamboja, pasukan Thailand harus hengkang
Senin, 11 November 2013 - 17:59 WIB
Preah Vihear milik Kamboja, pasukan Thailand harus hengkang
A
A
A
Sindonews.com – Mahkamah Internasional di Den Haag, memutuskan, Kamboja berhak atas kedaulatan di wilayah situs candi kuno, Preah Vihear. Keputusan itu sekaligus memerintahkan pasukan Thailand untuk hengkang dari wilayah yang mereka duduki.
Situs candi kuno yang berusia 900 tahun itu telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia. Situs itu disengketakan Thailand dan Kamboja selama beberapa tahun ini. Kedua kubu kerap terlibat bentrok yang menewaskan beberapa tentara dan warga sipil di kawasan sekitar.
Pada tahun 1962 pengadilan menyatakan, situs candi itu milik Kamboja. Namun, tidak mecakup wilayah di sekitarnya. Pemerintah Kamboja berusaha mengklarifikasi putusan dua tahun lalu, setelah pertempuran dengan pasukan Thailand meletus.
Peter Tomka, Pemimpin Mahkamah Internasional, mengatakan pengadilan telah memutuskan; “Bahwa Kamboja memiliki kedaulatan atas seluruh wilayah tanjung Preah Vihear.”
”Karena itu, Thailand wajib untuk menarik pasukannya dari wilayah itu. Polisi atau penjaga akan ditempatkan d sana,” lanjut Tomka, seperti dikutip Reuters.
Sejatinya, kedua belah pihak sepakat untuk menarik pasukan dari wilayah sengketa pada Desember 2011. Namun, pada Sabtu pekan lalu, kepala pasukan militer Kamboja di perbatasan Thailand mengadakan pertemuan darurat setelah pesawat Thailand terlihat terbang rendah di sekitar daerah yang disengketakan itu.
Sementara itu, kelompok Patriotik Jaringan Thailand, menolak keputusan Mahkamah Internasional itu. Kelompok ini sudah mengajukan petisi kepada pengadilan untuk membuang kasus tersebut.
Situs candi kuno yang berusia 900 tahun itu telah ditetapkan sebagai Warisan Dunia. Situs itu disengketakan Thailand dan Kamboja selama beberapa tahun ini. Kedua kubu kerap terlibat bentrok yang menewaskan beberapa tentara dan warga sipil di kawasan sekitar.
Pada tahun 1962 pengadilan menyatakan, situs candi itu milik Kamboja. Namun, tidak mecakup wilayah di sekitarnya. Pemerintah Kamboja berusaha mengklarifikasi putusan dua tahun lalu, setelah pertempuran dengan pasukan Thailand meletus.
Peter Tomka, Pemimpin Mahkamah Internasional, mengatakan pengadilan telah memutuskan; “Bahwa Kamboja memiliki kedaulatan atas seluruh wilayah tanjung Preah Vihear.”
”Karena itu, Thailand wajib untuk menarik pasukannya dari wilayah itu. Polisi atau penjaga akan ditempatkan d sana,” lanjut Tomka, seperti dikutip Reuters.
Sejatinya, kedua belah pihak sepakat untuk menarik pasukan dari wilayah sengketa pada Desember 2011. Namun, pada Sabtu pekan lalu, kepala pasukan militer Kamboja di perbatasan Thailand mengadakan pertemuan darurat setelah pesawat Thailand terlihat terbang rendah di sekitar daerah yang disengketakan itu.
Sementara itu, kelompok Patriotik Jaringan Thailand, menolak keputusan Mahkamah Internasional itu. Kelompok ini sudah mengajukan petisi kepada pengadilan untuk membuang kasus tersebut.
(mas)