Aparat keamanan Mesir tahan 1.500 pengungsi Suriah
Senin, 11 November 2013 - 17:27 WIB
Aparat keamanan Mesir tahan 1.500 pengungsi Suriah
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Mesir menangkap dan menahan lebih dari 1.500 pengungsi dari Suriah, termasuk di dalamnya 250 anak-anak. Ribuan pengungsi itu kemudian dipaksa untuk meninggalkan wilayah Mesir.
Demikian bunyi laporan Human Rights Watch (HRW) yang dilansir Senin (11/11/2013). Kelompok pemantau yang berbasis di New York itu, mengatakan, ribuan pengungsi asal Suriah telah ditahan berbulan-bulan. Parahnya, dari para pengungsi itu ada bayi yang masih berusia dua bulan.
HRW mengatakan, bahwa sebagian besar pengungsi yang ditangkap telah berusaha untuk bermigrasi ke Eropa dengan menaiki perahu. ”Mereka melarikan diri dari bahaya perang di Suriah,” bunyi laporan HRW.
Kelompok itu menuduh Pemerintah Mesir menolak para pengungsi yang tengah mencari tempat perlindungan. Para pengungsi dari Suriah itu, di dalamnya juga termasuk warga Palestina yang telah menetap di Suriah sebelum perang sipil pecah.
”(Pemerintah) Mesir mengabaikan ratusan pengungsi Suriah yang di antaranya warga Palestina, dengan melakukan penahanan tanpa batas waktu,” ujar Joe Stork, Wakil Pimpinan HRW untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.
”Pemerintah Mesir harus segera membebaskan mereka yang ditahan dan memungkinkan UNHCR untuk memberikan perlindungan kepada mereka, karena mereka di bawah hukum internasional,” ujarnya.
Demikian bunyi laporan Human Rights Watch (HRW) yang dilansir Senin (11/11/2013). Kelompok pemantau yang berbasis di New York itu, mengatakan, ribuan pengungsi asal Suriah telah ditahan berbulan-bulan. Parahnya, dari para pengungsi itu ada bayi yang masih berusia dua bulan.
HRW mengatakan, bahwa sebagian besar pengungsi yang ditangkap telah berusaha untuk bermigrasi ke Eropa dengan menaiki perahu. ”Mereka melarikan diri dari bahaya perang di Suriah,” bunyi laporan HRW.
Kelompok itu menuduh Pemerintah Mesir menolak para pengungsi yang tengah mencari tempat perlindungan. Para pengungsi dari Suriah itu, di dalamnya juga termasuk warga Palestina yang telah menetap di Suriah sebelum perang sipil pecah.
”(Pemerintah) Mesir mengabaikan ratusan pengungsi Suriah yang di antaranya warga Palestina, dengan melakukan penahanan tanpa batas waktu,” ujar Joe Stork, Wakil Pimpinan HRW untuk Timur Tengah dan Afrika Utara.
”Pemerintah Mesir harus segera membebaskan mereka yang ditahan dan memungkinkan UNHCR untuk memberikan perlindungan kepada mereka, karena mereka di bawah hukum internasional,” ujarnya.
(mas)