Penembakan kacaukan pesta di AS, 2 tewas & 19 orang luka
Senin, 11 November 2013 - 13:57 WIB
Penembakan kacaukan pesta di AS, 2 tewas & 19 orang luka
A
A
A
Sindonews.com- Dua siswa SMA tewas dan 19 orang lainnya, kebanyakan remaja terluka, ketika pesta ulang tahun di dekat Kota Houston, Amerika Serikat dikacaukan insiden penembakan.
Menurut petugas Kantor Harris County Sherrif, insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB Sabtu pekan lalu. Adrian Garcia, seorang sheriff di kota itu, menggambarkan insiden itu sebagai pesta ulang tahun yang kacau. Tidak ada baku tembak dalam kejadian itu.
Penyelidikan awal menunjukkan, bahwa seseorang menarik pistol dan menembakkan satu tembakan ke udara. ”Orang lain bereaksi dengan menembak ke kerumunan,” kata Garcia, seperti dikutip Xinhua, Senin (11/11/2013).
Menurutnya, sekitar 10 tembakan dilepaskan.”Insiden ini adalah kombinasi mengerikan dari ketidakdewasaan mereka terhadap akses ke senjata api dan ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan diri,” ujarnya.
Dua siswa SMA Cypress Springs, yakni pria berusia 18 tahun dan seorang wanita 16 tahun , tewas dalam penembakan itu. Sedangkan 19 orang lainnya, kata Garcia terluka. Salah satu korban tewas seketika di lokasi kejadian, dan satu korban lainnya meninggal di rumah sakit.
Belasan korban luka-luka, kebanyakan mengalami patah kaki, karena berupaya melarikan diri saat insiden mematikan itu terjadi. Laporan media AS sebelumnya menyebut, korban tewas dua orang, dan korban lukapluka 22 orang. Namun, petugas telah mengkonfirmasi data terbaru.
Garcia menyalahkan media sosial sebagai penyebab tragedi itu. Pasalnya, pesta itu dipromosikan di media sosial, dan mengundang orang asing yang diduga pelaku penembakan mendatangi lokasi pesta untuk beraksi. Pesta itu telah dipromosikan di Twitter dan Instangram.
”Setiap kali Anda mempromosikan pesta ulang tahun di media sosial, Anda tidak memiliki kontrol atas siapa yang harus diharapkan datang di depan pintu Anda,” ujar Garcia.
Menurut petugas Kantor Harris County Sherrif, insiden itu terjadi sekitar pukul 11.00 WIB Sabtu pekan lalu. Adrian Garcia, seorang sheriff di kota itu, menggambarkan insiden itu sebagai pesta ulang tahun yang kacau. Tidak ada baku tembak dalam kejadian itu.
Penyelidikan awal menunjukkan, bahwa seseorang menarik pistol dan menembakkan satu tembakan ke udara. ”Orang lain bereaksi dengan menembak ke kerumunan,” kata Garcia, seperti dikutip Xinhua, Senin (11/11/2013).
Menurutnya, sekitar 10 tembakan dilepaskan.”Insiden ini adalah kombinasi mengerikan dari ketidakdewasaan mereka terhadap akses ke senjata api dan ketidakmampuan mereka untuk mengendalikan diri,” ujarnya.
Dua siswa SMA Cypress Springs, yakni pria berusia 18 tahun dan seorang wanita 16 tahun , tewas dalam penembakan itu. Sedangkan 19 orang lainnya, kata Garcia terluka. Salah satu korban tewas seketika di lokasi kejadian, dan satu korban lainnya meninggal di rumah sakit.
Belasan korban luka-luka, kebanyakan mengalami patah kaki, karena berupaya melarikan diri saat insiden mematikan itu terjadi. Laporan media AS sebelumnya menyebut, korban tewas dua orang, dan korban lukapluka 22 orang. Namun, petugas telah mengkonfirmasi data terbaru.
Garcia menyalahkan media sosial sebagai penyebab tragedi itu. Pasalnya, pesta itu dipromosikan di media sosial, dan mengundang orang asing yang diduga pelaku penembakan mendatangi lokasi pesta untuk beraksi. Pesta itu telah dipromosikan di Twitter dan Instangram.
”Setiap kali Anda mempromosikan pesta ulang tahun di media sosial, Anda tidak memiliki kontrol atas siapa yang harus diharapkan datang di depan pintu Anda,” ujar Garcia.
(mas)