Negosiasi nuklir Iran gagal, Kerry: AS tak bodoh untuk sepakat
Senin, 11 November 2013 - 10:57 WIB
Negosiasi nuklir Iran gagal, Kerry: AS tak bodoh untuk sepakat
A
A
A
Sindonews.com – Perundingan antara Iran dan enam negara kekuatan dunia (5P+1) soal nuklir Teheran selama tiga hari, gagal mencapai kesepakatan yang berarti. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, John Kerry mengatakan, enam negara terutama AS tidak buta dan bodoh untuk mengejar kesepakatan dengan Iran.
Komentar Kerry itu muncul setelah pembicaraan intensif selama tiga hari di Jenewa, antara Iran dengan Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman atau P5 +1. Perundingan itu berhasil mempersempit perbedaan kedua kubu, namun gagal mencapai kesepakaan yang berarti.
Hasil perundingan tiga hari itu menyepakati dilakukannya pertemuan lagi pada 20 November 2013. ”Ini adalah pertama kalinya 5P+1 telah datang bersama-sama secara serius untuk mencapai kemungkinan pilihan ke depan dengan pemerinta baru Iran,” kata Kerry, dikutip NBC, Senin (11/11/2013). ”Ini adalah perundingan baru, dan itu harus diuji, sangat hati-hati.”
”Beberapa orang ahli yang paling serius dan mampu dalam pemerintahan kita telah menghabiskan umurnya untuk berurusan dengan Iran, serta senjata nuklir. Kami tidak buta, dan saya tidak berpikir kita bodoh,” lanjut Kerry.
Israel dan beberapa anggota parlemen AS telah hawkish inveighed terhadap kesepakatan yang diusulkan dengan Iran, khususnya relaksasi potensi beberapa sanksi terhadap Teheran.
Pada perjanjian yang diusulkan dengan Iran, Kerry mengatakan, itu adalah langkah awal untuk mengatur kembali negosiasi guna mencapai kesepakatan yang tuntas. ”Dan tidak akan ada relaksasi dari tekanan,” ujarnya. ”Tidak ada yang berbicara untuk menyingkirkan sanksi (terhadap Iran). Tekanan akan tetap ada.”
Komentar Kerry itu muncul setelah pembicaraan intensif selama tiga hari di Jenewa, antara Iran dengan Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika Serikat dan Jerman atau P5 +1. Perundingan itu berhasil mempersempit perbedaan kedua kubu, namun gagal mencapai kesepakaan yang berarti.
Hasil perundingan tiga hari itu menyepakati dilakukannya pertemuan lagi pada 20 November 2013. ”Ini adalah pertama kalinya 5P+1 telah datang bersama-sama secara serius untuk mencapai kemungkinan pilihan ke depan dengan pemerinta baru Iran,” kata Kerry, dikutip NBC, Senin (11/11/2013). ”Ini adalah perundingan baru, dan itu harus diuji, sangat hati-hati.”
”Beberapa orang ahli yang paling serius dan mampu dalam pemerintahan kita telah menghabiskan umurnya untuk berurusan dengan Iran, serta senjata nuklir. Kami tidak buta, dan saya tidak berpikir kita bodoh,” lanjut Kerry.
Israel dan beberapa anggota parlemen AS telah hawkish inveighed terhadap kesepakatan yang diusulkan dengan Iran, khususnya relaksasi potensi beberapa sanksi terhadap Teheran.
Pada perjanjian yang diusulkan dengan Iran, Kerry mengatakan, itu adalah langkah awal untuk mengatur kembali negosiasi guna mencapai kesepakatan yang tuntas. ”Dan tidak akan ada relaksasi dari tekanan,” ujarnya. ”Tidak ada yang berbicara untuk menyingkirkan sanksi (terhadap Iran). Tekanan akan tetap ada.”
(mas)