Tangani ribuan WNI over stayer, SBY kerap surati Saudi
Jum'at, 08 November 2013 - 10:51 WIB
Tangani ribuan WNI over stayer, SBY kerap surati Saudi
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), telah memerintahkan tiga menteri untuk bekerjasama mengevakuasi 8 ribu WNI yang over stayer di Arab Saudi. Tiga menteri itu adalah Menko Kesra, Menko Polkam, dan Menlu.
Masalah ribuan WNI yang over stayer atau masa tinggalnya sudah habis di Arab Saudi sudah lama menjadi perhatian Presiden Yudhoyono. Dia bahkan mengaku kerap mengirimkan surat kepada Pemerintah Arab Saudi untuk bekerja sama.
”Selama ini, kita sudah menangani & meminta Pemerintah Saudi Arabia melakukan kerjasama. Beberapa kali saya mengirim surat langsung,” tulis presiden dalam akun twitter-nya, @SBYudhoyono, Jumat (8/11/2013).
Namun, usaha SBY itu nihil. “Sayang kerjasama yg Indonesia harapkan tidak sepenuhnya terwujud. Karenanya, diperlukan tindakan cepat utk menangani WNIO tsb,” lanjut tweet SBY.
Dalam proses evakuasi ribuan WNI over stayer itu, SBY minta KBRI bekerja keras. ”Saya meminta utk mengutamakan yang lanjut usia, perempuan, anak-anak & yang tidak sehat. KBRI dgn jajarannya harus bekerja keras,” tulis SBY.
Menurutnya, biaya yang digunakan untuk mengevakuasi 8 ribu WNI dari Arab Saudi itu, berasal dari anggaran Kemlu, ditambah anggaran cadangan.”Yg penting saudara-saudara kita segera kembali,” imbuh SBY dalam rangkain tweet-nya, dengan logo khas *SBY*.
SBY juga menyesalkan sikap para WNI over stayer yang dibantu pemerintah, tapi tidak responsif. Menurutnya, pemerintah menyediakan pesawat yang menuju Indonesia, setelah mengangkut jemaah haji, tapi para WNI over stayer menolak bantuan pemerintah tersebut.
Seperti diketahui, pemberian perpanjangan amnesti dari Pemerintah Arab Saudi kepada pekerja ilegal maupun warga asing termasuk WNI yang over stayer sudah berakhir Minggu (3/11/2013) lalu.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan, selama periode perpanjangan dari 3 Juli hingga 3 November ini, sebanyak 60 ribu WNI di Arab Saudi tidak menyelesaikan proses amnesti.
Masalah ribuan WNI yang over stayer atau masa tinggalnya sudah habis di Arab Saudi sudah lama menjadi perhatian Presiden Yudhoyono. Dia bahkan mengaku kerap mengirimkan surat kepada Pemerintah Arab Saudi untuk bekerja sama.
”Selama ini, kita sudah menangani & meminta Pemerintah Saudi Arabia melakukan kerjasama. Beberapa kali saya mengirim surat langsung,” tulis presiden dalam akun twitter-nya, @SBYudhoyono, Jumat (8/11/2013).
Namun, usaha SBY itu nihil. “Sayang kerjasama yg Indonesia harapkan tidak sepenuhnya terwujud. Karenanya, diperlukan tindakan cepat utk menangani WNIO tsb,” lanjut tweet SBY.
Dalam proses evakuasi ribuan WNI over stayer itu, SBY minta KBRI bekerja keras. ”Saya meminta utk mengutamakan yang lanjut usia, perempuan, anak-anak & yang tidak sehat. KBRI dgn jajarannya harus bekerja keras,” tulis SBY.
Menurutnya, biaya yang digunakan untuk mengevakuasi 8 ribu WNI dari Arab Saudi itu, berasal dari anggaran Kemlu, ditambah anggaran cadangan.”Yg penting saudara-saudara kita segera kembali,” imbuh SBY dalam rangkain tweet-nya, dengan logo khas *SBY*.
SBY juga menyesalkan sikap para WNI over stayer yang dibantu pemerintah, tapi tidak responsif. Menurutnya, pemerintah menyediakan pesawat yang menuju Indonesia, setelah mengangkut jemaah haji, tapi para WNI over stayer menolak bantuan pemerintah tersebut.
Seperti diketahui, pemberian perpanjangan amnesti dari Pemerintah Arab Saudi kepada pekerja ilegal maupun warga asing termasuk WNI yang over stayer sudah berakhir Minggu (3/11/2013) lalu.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan, selama periode perpanjangan dari 3 Juli hingga 3 November ini, sebanyak 60 ribu WNI di Arab Saudi tidak menyelesaikan proses amnesti.
(mas)