SBY: Segera evakuasi 8 ribu WNI over stayer di Saudi
Jum'at, 08 November 2013 - 10:28 WIB
SBY: Segera evakuasi 8 ribu WNI over stayer di Saudi
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, memerintahkan instansi terkait untuk segera mengevakuasi 8 ribu warga negara Indonesia (WNI) dari Arab Saudi. Ribuan WNI yang diminta SBY untuk dievakuasi itu adalah mereka yang masa tinggalnya sudah habis atau over stayer.
“Hari ini Menko Kesra, Menko Polhukam dan Menlu, mulai bekerja utk melakukan semua langkah bagi evakuasi WNIO (WNI over stayer) ke tanah air,” tulis Yudhoyono, dalam akun twitternya, @SBYudhoyono, Jumat (8/11/2013).
Pernyataan itu ditulis sendiri oleh SBY, dengan ciri khas logo *SBY* di setiap tweet yang dia tulis. ”Kemarin, 7 Nov 2013, para Menteri terkait telah saya instruksikan utk scr serius menangani WNI yang "overstay" (WNIO) di Saudi Arabia,” tulis SBY.
Seperti diketahui, pemberian perpanjangan amnesti dari Pemerintah Arab Saudi kepada pekerja ilegal maupun warga asing termasuk WNI yang over stayer sudah berakhir Minggu (3/11/2013) lalu.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan, selama periode perpanjangan dari 3 Juli hingga 3 November ini, sebanyak 60 ribu WNI di Arab Saudi tidak menyelesaikan proses amnesti.
”Selama pemberian amnesti, tercatat sebanyak 101.067 WNI mendaftar untuk amnesti di KJRI Jeddah dan Riyadh. Setelah masa amnesti ini berakhir, mereka punya dua pilihan, kembali ke tanah air atau meninggalkan Arab Saudi dan bekerja kembali dengan majikan baru sesuai dengan prosedur yang diatur," ujar Marty dalam konferesi pers di Gedung Pancasila, Kemlu, Senin (4/11/2013) lalu.
Dari ratusan ribu orang tersebut, sebanyak 20 ribu WNI telah mendapat pekerjaan baru di Arab Saudi. Sementara 6.200 WNI telah mendapat izin untuk kembali dan 6.000 WNI telah kembali.
Sementara sisanya terancam dideportasi kembali ke tanah air. Sesuai dengan prosedur yang berlaku pemulangan akan dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi yang akan dibantu oleh Pemerintah Indonesia.
“Hari ini Menko Kesra, Menko Polhukam dan Menlu, mulai bekerja utk melakukan semua langkah bagi evakuasi WNIO (WNI over stayer) ke tanah air,” tulis Yudhoyono, dalam akun twitternya, @SBYudhoyono, Jumat (8/11/2013).
Pernyataan itu ditulis sendiri oleh SBY, dengan ciri khas logo *SBY* di setiap tweet yang dia tulis. ”Kemarin, 7 Nov 2013, para Menteri terkait telah saya instruksikan utk scr serius menangani WNI yang "overstay" (WNIO) di Saudi Arabia,” tulis SBY.
Seperti diketahui, pemberian perpanjangan amnesti dari Pemerintah Arab Saudi kepada pekerja ilegal maupun warga asing termasuk WNI yang over stayer sudah berakhir Minggu (3/11/2013) lalu.
Menteri Luar Negeri Indonesia, Marty Natalegawa, mengatakan, selama periode perpanjangan dari 3 Juli hingga 3 November ini, sebanyak 60 ribu WNI di Arab Saudi tidak menyelesaikan proses amnesti.
”Selama pemberian amnesti, tercatat sebanyak 101.067 WNI mendaftar untuk amnesti di KJRI Jeddah dan Riyadh. Setelah masa amnesti ini berakhir, mereka punya dua pilihan, kembali ke tanah air atau meninggalkan Arab Saudi dan bekerja kembali dengan majikan baru sesuai dengan prosedur yang diatur," ujar Marty dalam konferesi pers di Gedung Pancasila, Kemlu, Senin (4/11/2013) lalu.
Dari ratusan ribu orang tersebut, sebanyak 20 ribu WNI telah mendapat pekerjaan baru di Arab Saudi. Sementara 6.200 WNI telah mendapat izin untuk kembali dan 6.000 WNI telah kembali.
Sementara sisanya terancam dideportasi kembali ke tanah air. Sesuai dengan prosedur yang berlaku pemulangan akan dilakukan oleh pemerintah Arab Saudi yang akan dibantu oleh Pemerintah Indonesia.
(mas)