Morsi diadili, Ikhwanul: Rakyat Mesir heroik tak nyerah
Senin, 04 November 2013 - 14:07 WIB
Morsi diadili, Ikhwanul: Rakyat Mesir heroik tak nyerah
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Mesir terguling, Mohamed Morsi diadili di pengadilan akademi polisi Kairo, Senin (4/11/2013). Kelompok Ikhwanul Muslimin Mesir, sudah menyerukan massanya untuk menggelar demonstrasi besar-besaran.
Namun, faktanya skala demonstrasi tidak sebesar yang diserukan kelompok itu. Pasalnya, aparat kepolisian Mesir siaga penuh. Kendati demikian, kelompok pendukung Morsi yang aktivitasnya dibekukan Pemerintah Mesir itu tetap mengobarkan semangat massa-nya.
”Kami memiliki keyakinan bahwa rakyat Mesir heroik tidak akan melepaskan kemerdekaan, martabat dan harga diri untuk diganti dengan lelucon kudeta,” bunyi pernyataan Ikhwanul Muslimin Mesir, seperti dikutip Reuters.
“Mereka (pemerintah yang didukung militer) adalah orang-orang yang tidak pernah akan menghasilkan komitmen dan legitimasi,” lanjut pernyataan Ikhwanul Muslimin.
Terpisah, anak Mohamed Morsi, Osama Morsi, 30, berbicara kepada Reuters melalui telepon. Dia menegaskan, bahwa keluarganya tidak akan pernah menghadiri persidangan untuk ayahnya, karena ilegal. ”Kami tidak mengakui persidangan. Kami bangga denga ayah saya dan (dia) merasa kuat dengan posisinya,” ucap Osama Morsi.
Namun, faktanya skala demonstrasi tidak sebesar yang diserukan kelompok itu. Pasalnya, aparat kepolisian Mesir siaga penuh. Kendati demikian, kelompok pendukung Morsi yang aktivitasnya dibekukan Pemerintah Mesir itu tetap mengobarkan semangat massa-nya.
”Kami memiliki keyakinan bahwa rakyat Mesir heroik tidak akan melepaskan kemerdekaan, martabat dan harga diri untuk diganti dengan lelucon kudeta,” bunyi pernyataan Ikhwanul Muslimin Mesir, seperti dikutip Reuters.
“Mereka (pemerintah yang didukung militer) adalah orang-orang yang tidak pernah akan menghasilkan komitmen dan legitimasi,” lanjut pernyataan Ikhwanul Muslimin.
Terpisah, anak Mohamed Morsi, Osama Morsi, 30, berbicara kepada Reuters melalui telepon. Dia menegaskan, bahwa keluarganya tidak akan pernah menghadiri persidangan untuk ayahnya, karena ilegal. ”Kami tidak mengakui persidangan. Kami bangga denga ayah saya dan (dia) merasa kuat dengan posisinya,” ucap Osama Morsi.
(mas)