Rusia: Pemusnahan senjata kimia Suriah sebagian saja

Sabtu, 02 November 2013 - 15:11 WIB
Rusia: Pemusnahan senjata...
Rusia: Pemusnahan senjata kimia Suriah sebagian saja
A A A
Sindonews.com – Pemerintah Rusia mengatakan, meskipun semua fasilitas pembuat senjata kimia di Suriah telah dihancurkan, namun produk senjata kimia yang dihancurkan lebih baik sebagian saja.

Komentar itu, disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, seperti dikutip Reuters, Sabtu (2/11/2013). Komentar itu dia sampaikan setelah bertemu Sigrid Kaag, kepala sendi Organisasi Anti-Senjata Kamia (OPCW) yang menjalankan misi PBB untuk menghancurkan senjata kimia Suriah, kemarin.

”Banyak komentar yang mendukung, bahwa sebagian besar senjata beracun di Suriah dikeluarkan di luar perbatasan,” tulis Kantor berita milik pemerintah Rusia, RIA mengutip pernyataan Ryabkov. Namun, dia tidak menjelaskan alasan mengapa hanya sebagian saja senjata kimia Suriah yang harus dimusnahkan.

Seperti diketahui, tim inspektur senjata kimia Suriah, yang di dalamnya termasu OPCW mengaku sudah menginspeksi 21 dari 23 situs senjata kimia di seluruh wilaya Suriah. Dua situs, tidak diinspeksi, karena terlalu rawan. Di mana dua situs itu menjadi medan perang antara pasukan Suriah dan pasukan pemberontak.

Kendati dua situs senjata kimia Suriah tidak terjamah, kata OPCW, peralatan pembuat senjata kimia di dua situs itu telah dipindahkan, dan sudah diinspeksi OPCW. Hasilnya, semua faslitas pembuat senjata kimia telah dihancurkan.

”OPCW merasa puas, semua telah diverifikasi. Semua alat produksi/pencampuran/peralatan (senjata kimia) dari 23 situs sudah hancur,” bunyi pernyataan OPCW dalam sebuah dokumen.

Berdasarkan kesepakatan yang dinegosiasikan Rusia dan Amerika Serikat, Damaskus setuju untuk menghancurkan semua senjata kimia, setelah Washington mengancam menyerang Suriah. Ancaman itu menyusul tuduhan, bahwa pasukan Assad telah menggunakan senjata kimia di dekat Damaskus pada 21 Agustus 2013.

Assad telah membantah tuduhan itu, dengan alasan pasukannya juga menjadi korban serangan senjata kimia. Menurutnya, serangan tersebut dilakukan pemberontak Suriah.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
44 menit yang lalu
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
1 jam yang lalu
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
2 jam yang lalu
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
2 jam yang lalu
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
3 jam yang lalu
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
3 jam yang lalu
Infografis
Iran Paksa AS Terima...
Iran Paksa AS Terima Kekalahan setelah 40 Hari Berperang, Ini 10 Poin Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved