Kerry akui penyadapan AS berlebihan

Jum'at, 01 November 2013 - 14:52 WIB
Kerry akui penyadapan...
Kerry akui penyadapan AS berlebihan
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Amerika Serikat (AS) melalui, Menteri Luar Negerinya, John Kerry, mengakui bahwa dalam beberapa kasus mereka telah bertindak terlalu jauh dalam kegiatan spionase (mata-mata). Ini adalah sebuah pengakuan yang belum pernah dilakukan Pemerintah AS atas sejumlah laporkan kegiatan spionase yang ramai diberikan sejumlah media masa dalam beberapa pekan terakhir.

"Saya jamin, dalam proses ini orang yang tidak bersalah tidak akan menjadi pihak yang disalahgunakan. Dalam proses ini yang terjadi adalah sebuah upaya untuk mencoba mengumpulkan informasi," ungkap Kerry dalam sebuah video konferensi pers.

"Ya, dalam beberapa kasus kami memang telah bertindak telalu jauh," ungkap Kerry. Ia menambahkan, Washington sedang berusaha melakukan sesuatu secara acak, untuk menentukan apakah ada suatu ancaman terhadap AS yang memang perlu ditanggapi.

"Dan, dalam beberapa kasus, saya mengakui bahwa ini memang terjadi terlalu jauh dan kami memastikan hal serupa tidak akan terulang di masa depan," ungkap Kerry. Dalam konferensi tersebut Kerry menuturkan, bahwa spionase yang dilakukan AS bertujuan untuk mengumpulkan data sebagai kebutuhan atas ancaman terorisme.

"Banyak, banyak, banyak sekali bagian di dunia ini yang telah menjadi subjek serangan teroris. Dalam merespon hal tersebut, AS dan sejumlah negara melakukan bersama-sama. Saya tekankan kepada Anda, dan coba menyadarkan Anda, bahwa kita berhadapan dengan mereka yang berani melancarkan aksi bunuh diri," jelasnya.

Kerry melanjutkan, sejauh ini kegiatan yang telah dilakukan AS telah mencegah peledakan pesawat, bagunan dan banyak jiwa, karena AS telah mempelajari rencana mereka terlebih dahulu.
(esn)
Berita Terkait
Suhu Udara di California...
Suhu Udara di California Tembus 100 Derajat Celcius
Mewaspadai Dampak dari...
Mewaspadai Dampak dari Amerika Serikat
Apa Pemicu Kehancuran...
Apa Pemicu Kehancuran Amerika Serikat?
Menhan Prabowo Bertemu...
Menhan Prabowo Bertemu Menhan Amerika Serikat
Pilpres Bagi Diaspora...
Pilpres Bagi Diaspora Indonesia di Amerika Serikat
Pilpres Amerika Serikat...
Pilpres Amerika Serikat Diwarnai Kericuhan di Washington
Berita Terkini
AS Batal Kirim Rudal...
AS Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman Diduga Khawatir dengan Pembalasan Rusia
9 menit yang lalu
Pemimpin Hizbullah Kecam...
Pemimpin Hizbullah Kecam Negosiasi Lebanon-Israel, Dianggap Tidak Tahu Malu
8 jam yang lalu
Jerman Gagal Peroleh...
Jerman Gagal Peroleh Kursi di Dewan Keamanan PBB untuk Pertama Kali
9 jam yang lalu
Lebih dari 9.500 Orang...
Lebih dari 9.500 Orang Hilang di Gaza sejak Awal Perang
10 jam yang lalu
Raja Langit Sesungguhnya:...
Raja Langit Sesungguhnya: 5 Helikopter Tempur Paling Mematikan Berdasarkan Rekam Jejak Perang
11 jam yang lalu
Presiden Lebanon Aoun...
Presiden Lebanon Aoun Peringatkan Kesepakatan Gencatan Senjata sebagai Kesempatan Terakhir
12 jam yang lalu
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved