Protes laporan penyadapan, Dubes Australia dipanggil

Jum'at, 01 November 2013 - 09:46 WIB
Protes laporan penyadapan,...
Protes laporan penyadapan, Dubes Australia dipanggil
A A A
Sindonews.com – Hari ini, (1/11/2013), Duta Besar Australia di Jakarta, Greg Moriarty, dipanggil pihak Kementerian Luar Negeri Indonesia. Moriarty akan diminta menjelaskan soal laporan, bahwa Australia menyadap Indonesia melalui fasilitas yang ada di Kedubes Australia.

”Duta Besar Australia di Jakarta telah diminta datang ke Kementerian Luar Negeri, untuk dimintai penjelasan resmi dari Pemerintah Australia terhadap berita yang dimaksud,” tulis Kemenlu RI, melalui situs resminya.

Pihak Kemenlu mengatakan, sebagai negara tetangga dan bersahabat, tindakan penyadapan seperti yang diberitakan, sama sekali tidak mencerminkan semangat hubungan bersahabat yang selama ini terjalin. Pemerintah Indonesia, tidak bisa menerima tindakan itu.

Meski dipanggil, Menlu Marty Natalegawa tidak bisa menemui langsung Dubes Australia itu. Pasalnya, dia sedang berada di Perth, untuk menghadiri sebuah konferensi dengan Menlu Australia, Julie Bishop. Dubes Australia tersebut, akan ditemui pejabat senior di Kemelu RI.

Sebelumnya, media Australia melansir laporan, bahwa Australia sebenarnya sudah lama memata-matai atau menyadap data sejumlah negara tetangganya, terutama Indonesia. Penyadapan, dilakukan dari fasilitas yang terpasang di Kedutaan Australia yang ada di Jakarta.

Informasi itu dilansir Sidney Morning Herald, Kamis (31/10/2013), bersumber dari buku harian seorang diplomat Australian Defence Signals Bureau (Biro Pertahanan Australia), yang sekarang bernama Defence Signals Directorate (Direktorat Pertahanan).

Direktorat itu diketahui secara rutin membaca kabel diplomatik Indonesia dari pertengahan 1950-an dan seterusnya.

”(Proses) mata-mata kami mulai bekerjasama dengan intelijen Inggris , MI6 dan Pusat Kantor Komunikasi Pemerintahan. Dan seiring berjalannya waktu, (kami) bekerja sama yang lebih intim dengan National Security Agency (NSA) AS,” tulis media Australia itu.

”Dan kami tidak pernah berhenti memata-matai. Empat Dekade kemudian bocoran rahasia laporan Intelijen Pertahanan tertinggi di Indonesia dan Timor Timur tahun 1999 menunjukkan, bahwa intelijen Australia memiliki akses yang luas terhadap komunikasi militer dan sipil Indonesia,” lanjut laporan media itu.
(mas)
Berita Terkait
Tetap Bangga, Suporter...
Tetap Bangga, Suporter Lantunkan Nyanyian Terima Kasih untuk Timnas Indonesia U-23
Viral ! Suporter Timnas...
Viral ! Suporter Timnas Indonesia U-23 Salat Berjamaah Sebelum Lawan Australia
Indonesia jadi Tuan...
Indonesia jadi Tuan Rumah Forum Indonesia-Afrika
Omicron Masuk Indonesia,...
Omicron Masuk Indonesia, Ini Kata Epidemiolog Universitas Indonesia
Jokowi Janji ke Timnas...
Jokowi Janji ke Timnas RI untuk Buatkan Training Center
Lezatnya Aneka Kuliner...
Lezatnya Aneka Kuliner Jawa di Event Warisan Budaya Indonesia
Berita Terkini
706 Paus dan Lumba-lumba...
706 Paus dan Lumba-lumba Dibantai, Laut Ini Berubah Jadi Perairan Darah
45 menit yang lalu
Rusia Ancam Armenia:...
Rusia Ancam Armenia: Tak Lagi Dipasok Minyak Murah Jika Nekat Gabung Uni Eropa!
1 jam yang lalu
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
2 jam yang lalu
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
3 jam yang lalu
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
4 jam yang lalu
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
5 jam yang lalu
Infografis
DeepSeek AI China Diblokir...
DeepSeek AI China Diblokir di Amerika Serikat, Italia, Australia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved