Dapat tekanan hebat, Obama rombak spionase AS
Selasa, 29 Oktober 2013 - 13:26 WIB
Dapat tekanan hebat, Obama rombak spionase AS
A
A
A
Sindonews.com – Gedung Putih mendapat tekanan hebat dari DPR Amerika Serikat (AS), setelah dugaan skandal spionase NSA terhadap sejumlah negara di Eropa dan Amerika Latin terbongkar. Presiden Barack Obama akhirnya merombak program spionase AS.
Obama ditekan DPR AS untuk menjelaskan, soal ketidaktahuannya perihal pengumpulan data intelijen AS yang membuat para pemimpin Uni Eropa marah. Komite Intelijen Senat AS, mendesak Obama merombak program spionase AS.
“Yang jadi pemahaman saya, bahwa Presiden Obama tidak menyadari komunikasi Kanselir Jerman, Angela Merkel disadap sejak tahun 2002. Itu adalah masalah besar,” kata Dianne Feinstein, Ketua Komite Intelijen Senat AS, seperti dikutip BBC, Selasa (29/10/2013).
”Sehubungan dengan penyadapan NSA terhadap pemimpin sekutu AS, termasuk Perancis, Spanyol, Meksiko dan Jerman,biarkan saya mengatakan dengan tegas; saya benar-benar menentang.”
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi AS, Obama mengatakan, operasi intlijen dari National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional sedang dikaji ulang. ”Kami memberi mereka arah kebijakan,” ujarnya kepada ABC.
”Tapi apa yang kita lihat selama beberapa tahun terakhir adalah sebuah upaya dari mereka untuk terus mengembangkan kemampuan mereka,” kata Obama. ”Itulah mengapa saya memulai sekarang, merombak ulang, untuk memastikan apa yang mereka bisa lakukan, tidak berarti apa yang harus mereka lakukan,” lanjut Obama.
Obama ditekan DPR AS untuk menjelaskan, soal ketidaktahuannya perihal pengumpulan data intelijen AS yang membuat para pemimpin Uni Eropa marah. Komite Intelijen Senat AS, mendesak Obama merombak program spionase AS.
“Yang jadi pemahaman saya, bahwa Presiden Obama tidak menyadari komunikasi Kanselir Jerman, Angela Merkel disadap sejak tahun 2002. Itu adalah masalah besar,” kata Dianne Feinstein, Ketua Komite Intelijen Senat AS, seperti dikutip BBC, Selasa (29/10/2013).
”Sehubungan dengan penyadapan NSA terhadap pemimpin sekutu AS, termasuk Perancis, Spanyol, Meksiko dan Jerman,biarkan saya mengatakan dengan tegas; saya benar-benar menentang.”
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi AS, Obama mengatakan, operasi intlijen dari National Security Agency (NSA) atau Badan Keamanan Nasional sedang dikaji ulang. ”Kami memberi mereka arah kebijakan,” ujarnya kepada ABC.
”Tapi apa yang kita lihat selama beberapa tahun terakhir adalah sebuah upaya dari mereka untuk terus mengembangkan kemampuan mereka,” kata Obama. ”Itulah mengapa saya memulai sekarang, merombak ulang, untuk memastikan apa yang mereka bisa lakukan, tidak berarti apa yang harus mereka lakukan,” lanjut Obama.
(mas)