Balas kematian 20 aparat, Iran gantung 16 'teroris'
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 16:52 WIB
Balas kematian 20 aparat, Iran gantung 16 'teroris'
A
A
A
Sindonews.com – Pihak berwenang Pemerintah Iran mengumumkan, bahwa pada Sabtu (26/10/2013), telah menggantung 16 “teroris”. Eksekusi itu sebagai balasan atas pembunuhan 20 aparat penjaga perbatasan Iran oleh bandit bersenjata semalam.
Istilah “teroris” digunaka pihak berwenang Iran untuk menyebut para pemberontak anti-rezim Iran. ”Sebanyak 16 pemberontak terkait dengan kelompok-kelompok yang memusuhi rezim, digantung pagi ini di penjara Zahedan, sekaligus untuk menanggapi kematian penjaga perbatasan di Saravan,” kata Mohammad Marzieh, Jaksa Agung Provinsi Sistan-Baluchestan, seperti dikutip kantor berita Fars.
”Kami memperingatkan kelompok pemberontak, bahwa serangan yang menargetkan warga sipil atau anggota pasukan keamanan, akan ada tindakan keras,” lanjut dia.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ali Abdollahi, membenarkan , bahwa para aparat penjaga perbatasan Iran telah tewas diserang. ”Oleh anggota dari kelompok musuh (rezim),” katanya. “Tiga tentara telah disandera dan dibawa ke wilayah perbatasan di Pakistan.”
Kantor berita IRNA, menyatakan, bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kasus itu untuk memastikan, apakah para bandit bersenjata itu geng penyelundup narkoba atau dari kelompok oposisi bersenjata. Pasalnya, selama ini keduanya memang kerap menyerang pasukan Iran.
Bentrokan yang terjadi Jumat (25/10/2013) malam di wilayah pegunungan luar Saravan, sebelah tenggara Iran juga membuat lima aparat penjaga Iran lainnya terluka. Wilayah Iran yang merupakan jalur strategis antara Afghanistan dan Eropa kerap jadi sasaran penyelundupan narkoba. Etnis Baluch, sebuah kelompok bersenjata juga kerap beroperasi di daerah tersebut.
Istilah “teroris” digunaka pihak berwenang Iran untuk menyebut para pemberontak anti-rezim Iran. ”Sebanyak 16 pemberontak terkait dengan kelompok-kelompok yang memusuhi rezim, digantung pagi ini di penjara Zahedan, sekaligus untuk menanggapi kematian penjaga perbatasan di Saravan,” kata Mohammad Marzieh, Jaksa Agung Provinsi Sistan-Baluchestan, seperti dikutip kantor berita Fars.
”Kami memperingatkan kelompok pemberontak, bahwa serangan yang menargetkan warga sipil atau anggota pasukan keamanan, akan ada tindakan keras,” lanjut dia.
Wakil Menteri Dalam Negeri Ali Abdollahi, membenarkan , bahwa para aparat penjaga perbatasan Iran telah tewas diserang. ”Oleh anggota dari kelompok musuh (rezim),” katanya. “Tiga tentara telah disandera dan dibawa ke wilayah perbatasan di Pakistan.”
Kantor berita IRNA, menyatakan, bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kasus itu untuk memastikan, apakah para bandit bersenjata itu geng penyelundup narkoba atau dari kelompok oposisi bersenjata. Pasalnya, selama ini keduanya memang kerap menyerang pasukan Iran.
Bentrokan yang terjadi Jumat (25/10/2013) malam di wilayah pegunungan luar Saravan, sebelah tenggara Iran juga membuat lima aparat penjaga Iran lainnya terluka. Wilayah Iran yang merupakan jalur strategis antara Afghanistan dan Eropa kerap jadi sasaran penyelundupan narkoba. Etnis Baluch, sebuah kelompok bersenjata juga kerap beroperasi di daerah tersebut.
(mas)