Aparat Iran yang dihabisi bandit bertambah jadi 20 orang
Sabtu, 26 Oktober 2013 - 16:47 WIB
Aparat Iran yang dihabisi bandit bertambah jadi 20 orang
A
A
A
Sindonews.com – Jumlah aparat penjaga perbatasan Iran yang tewas dibunuh bandit bersenjata bertambah dari 14 orang menjadi 20 orang. Mereka tewas dibunuh bandit bersenjata, saat bentrok di wilayah perbatasan Iran dengan Pakistan semalam.
Media Iran yang melansir data korban pembunuhan itu, tidak merinci identitas pada korban. Sedangkan kelompok bandit bersenjata tersebut juga belum teridentifikasi, apakah dari geng penyelundup narkoba atau dari kelompok oposisi Iran bersenjata.
Rajab-Ali Sheikhzadeh, seorang pejabat Provinsi Sistan - Baluchistan, Iran, kepada kantor berita ISNA, membenarkan, bahwa telah terjadi bentrokan yang menewaskan belasan aparat keamanan Iran, semalam.
”Para penyerang, yang melihat bahwa kondisi mereka sudah tidak aman setelah melakukan serangan itu, mundur ke negara seberang (perbatasan),” kata Sheikhzadeh, seperti dikutip Reuters, Sabtu (26/10/2013).
Kantor berita IRNA menyatakan, bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kasus itu untuk memastikan, apakah para bandit bersenjata itu geng penyelundup narkoba atau dari kelompok oposisi bersenjata. Pasalnya, selama ini keduanya memang kerap menyerang pasukan Iran.
Bentrokan yang terjadi Jumat (25/10/2013) malam di wilayah pegunungan luar Saravan, sebelah tenggara Iran juga membuat lima aparat penjaga Iran lainnya terluka.
Wilayah Iran yang merupakan jalur strategis antara Afghanistan dan Eropa kerap jadi sasaran penyelundupan narkoba. Etnis Baluch, sebuah kelompok bersenjata juga kerap beroperasi di daerah tersebut.
Media Iran yang melansir data korban pembunuhan itu, tidak merinci identitas pada korban. Sedangkan kelompok bandit bersenjata tersebut juga belum teridentifikasi, apakah dari geng penyelundup narkoba atau dari kelompok oposisi Iran bersenjata.
Rajab-Ali Sheikhzadeh, seorang pejabat Provinsi Sistan - Baluchistan, Iran, kepada kantor berita ISNA, membenarkan, bahwa telah terjadi bentrokan yang menewaskan belasan aparat keamanan Iran, semalam.
”Para penyerang, yang melihat bahwa kondisi mereka sudah tidak aman setelah melakukan serangan itu, mundur ke negara seberang (perbatasan),” kata Sheikhzadeh, seperti dikutip Reuters, Sabtu (26/10/2013).
Kantor berita IRNA menyatakan, bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kasus itu untuk memastikan, apakah para bandit bersenjata itu geng penyelundup narkoba atau dari kelompok oposisi bersenjata. Pasalnya, selama ini keduanya memang kerap menyerang pasukan Iran.
Bentrokan yang terjadi Jumat (25/10/2013) malam di wilayah pegunungan luar Saravan, sebelah tenggara Iran juga membuat lima aparat penjaga Iran lainnya terluka.
Wilayah Iran yang merupakan jalur strategis antara Afghanistan dan Eropa kerap jadi sasaran penyelundupan narkoba. Etnis Baluch, sebuah kelompok bersenjata juga kerap beroperasi di daerah tersebut.
(mas)