Pekan depan, Dirjen IAEA temui negosiator nuklir Iran
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 19:07 WIB
Pekan depan, Dirjen IAEA temui negosiator nuklir Iran
A
A
A
Sindonews.com - Kepala Badan Energi Atom Internasional PBB (IAEA) akan mengadakan pertemuan dengan negosiator senior nuklir Iran, Senin 28 Oktober mendatang. Dalam sebuah pernyataan, IAEA mengungkapkan, pertemuan itu akan menjadi pertemuan pendahulu sebelum babak baru IAEA dan Iran digelar.
"Yukiya Amano, Dirjen IAEA akan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Abbas Araqchi selama sekitar satu jam di markas IAEA di Wina," sebut isi pernyataan IAEA. "Pertemuan ini akan memberikan kesempatan bagi Iran dan IAEA untuk saling bertukar pandangan mengenai jalan ke depan," ungkap IAEA.
IAEA tidak memberikan rincian lebih lanjut soal pertemuan tersebut. Namun, pertemuan yang direncanakan dalam waktu singkat tersebut dapat dilihat menjadi sebuah langkah pertama bahwa pemerintah baru Iran mencoba mengakhiri kebuntuan internasional atas program nuklir negara mereka.
Setelah pertemuan tersebut digelar, di hari yang sama babak baru perundingan nuklir antara pejabat senior Iran dengan IAEA akan kembali digelar. Keduanya akan kembali hadir dalam perundingan ke nuklir Iran yang ke 12 tersebut.
Sejauh ini perundingan nuklir antara IAEA - Iran sejauh ini gagal menciptakan kesepakatan yang memungkinkan Badan Energi Atom Internasional untuk melanjutkan penyelidikannya. Namun, dengan terpilihnya, Presiden baru Iran yang cenderung moderat, Hassan Rouhani memunculkan harapan baru untuk menciptakan solusi atas sengketa nuklir Iran.
"Yukiya Amano, Dirjen IAEA akan bertemu dengan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Abbas Araqchi selama sekitar satu jam di markas IAEA di Wina," sebut isi pernyataan IAEA. "Pertemuan ini akan memberikan kesempatan bagi Iran dan IAEA untuk saling bertukar pandangan mengenai jalan ke depan," ungkap IAEA.
IAEA tidak memberikan rincian lebih lanjut soal pertemuan tersebut. Namun, pertemuan yang direncanakan dalam waktu singkat tersebut dapat dilihat menjadi sebuah langkah pertama bahwa pemerintah baru Iran mencoba mengakhiri kebuntuan internasional atas program nuklir negara mereka.
Setelah pertemuan tersebut digelar, di hari yang sama babak baru perundingan nuklir antara pejabat senior Iran dengan IAEA akan kembali digelar. Keduanya akan kembali hadir dalam perundingan ke nuklir Iran yang ke 12 tersebut.
Sejauh ini perundingan nuklir antara IAEA - Iran sejauh ini gagal menciptakan kesepakatan yang memungkinkan Badan Energi Atom Internasional untuk melanjutkan penyelidikannya. Namun, dengan terpilihnya, Presiden baru Iran yang cenderung moderat, Hassan Rouhani memunculkan harapan baru untuk menciptakan solusi atas sengketa nuklir Iran.
(esn)