AS ketar-ketir jika data Snowden jatuh ke Rusia
Jum'at, 25 Oktober 2013 - 16:06 WIB
AS ketar-ketir jika data Snowden jatuh ke Rusia
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memperingatkan beberapa layanan intelijen asing yang dokumennya dimiliki bekas kontraktor NSA, Edward Snowden, 30. AS khawatir jika data yang dimiliki Snowden, jatuh ke tangan Rusia.
The Washington Post melaporkan, beberapa dari puluhan ribu dokumen yang diambil buronan AS yang dapat suaka di Rusia itu, berisi materi sensitif tentang program pengumpulan data alias penyadapan terhadap negara-negara pesaing AS. Yakni, Iran, Rusia dan China.
Sumber media AS itu adalah pejabat Pemerintah AS yang namanya dirahasiakan. Peringatan itu muncul, bertepatan dengan kehebohan global, terutama sekutu AS di Eropa atas laporan penyadapan Badan Keamanan Nasional (NSA). Salah satu pihak yang marah atas laporan penyadapan NSA itu adalah Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Masih menurut media AS itu, dalam dokumen yang dimiliki Snowden terdapat informasi tentang program yang dioperasikan dari negara anggota NATO untuk melawan Rusia. Data intelijen itu sangat berharga untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS.
”Jika Rusia tahu tentang hal itu, tidak akan sulit bagi mereka untuk mengambil tindakan yang tepat untuk menghentikan itu,” tulis Washington Post, Jumat (25/10/2013), mengutip sumber pejabat AS tersebut.
The Washington Post melaporkan, beberapa dari puluhan ribu dokumen yang diambil buronan AS yang dapat suaka di Rusia itu, berisi materi sensitif tentang program pengumpulan data alias penyadapan terhadap negara-negara pesaing AS. Yakni, Iran, Rusia dan China.
Sumber media AS itu adalah pejabat Pemerintah AS yang namanya dirahasiakan. Peringatan itu muncul, bertepatan dengan kehebohan global, terutama sekutu AS di Eropa atas laporan penyadapan Badan Keamanan Nasional (NSA). Salah satu pihak yang marah atas laporan penyadapan NSA itu adalah Kanselir Jerman, Angela Merkel.
Masih menurut media AS itu, dalam dokumen yang dimiliki Snowden terdapat informasi tentang program yang dioperasikan dari negara anggota NATO untuk melawan Rusia. Data intelijen itu sangat berharga untuk Angkatan Udara dan Angkatan Laut AS.
”Jika Rusia tahu tentang hal itu, tidak akan sulit bagi mereka untuk mengambil tindakan yang tepat untuk menghentikan itu,” tulis Washington Post, Jumat (25/10/2013), mengutip sumber pejabat AS tersebut.
(mas)