Marah dimata-matai AS, para pemimpin Eropa bersatu

Jum'at, 25 Oktober 2013 - 09:28 WIB
Marah dimata-matai AS,...
Marah dimata-matai AS, para pemimpin Eropa bersatu
A A A
Sindonews.com - Para pemimpin Eropa marah besar atas dugaan penyadapan NSA Amerika Serikat terhadap warga dan beberapa pemimpin negara Eropa. Mereka bersatu menggelar pertemuan penting hingga tengah malam tadi untuk menyatakan sikap terhadap AS.

Salah satu pemimpin Eropa yang marah adalah Kanselir Jerman, Angela Merkel. Menuruntya, laporan penyadapan ponsel miliknya oleh Badan Keamanan Nasional (NSA) AS. Sebelumnya Presiden AS Barack Obama telah membantah laporan yang bersumber dari bocoran whistleblower NSA, Edward Snowden itu.


Reuters, pada Jumat (25/10/2013) melaporkan, setelah pertemuan puncak para pemimpin Eropa tengah malam tadi, Herman Van Rompuy, Presiden Dewan Eropa, mengumumkan hasilnya. Menurutnya, Perancis dan Jerman sedang mengupayakan pembicaraan bilateral dengan AS untuk merampungkan masalah skandal spionase AS yang mulai terbongkar itu.

”Apa yang kita pertaruhkan adalah soal kelanggengan hubungan kami dengan AS,” kata Presiden Perancis, Francois Hollande. “Mereka (Uni Eropa) tidak boleh berubah karena apa yang telah terjadi. Tapi percayalah (hubungan ini) harus dipulihkan dan diperkuat.”

Kanselir Jerman, Angela Merkel yang masih marah menuntut perubahan kerja intelijen AS. ”Ini menjadi jelas bahwa untuk masa depan, sesuatu harus berubah secara signifikan,” kata Merkel, seperti dikutip al-Jazeera.

”Kami akan menempatkan semua upaya dalam menempa pemahaman bersama pada akhir tahun untuk kerjasama dari badan (intelijen) antara Jerman dan AS, serta Perancis dan AS untuk membuat kerangka kerjasama.”

Para pemimpin Eropa marah, setelah muncul laporan dugaan penyadapann NSA di Eropa yang meluas. Setelah NSA disebut menyadap puluhan juta catatan telepon rakyat Perancis, termasuk diplomat Perancis di Washington dan PBB, NSA juga diduga menyadap ponsel Kanselir Jerman, Angela Merkel. Baik NSA maupun Obama telah membantah laporan itu.
(mas)
Berita Terkait
Bayern München Ikat...
Bayern München Ikat Leon Goretzka Hingga 2026
Produksi Makanan Crispy...
Produksi Makanan Crispy dari Ulat Jerman
Banjir Rendam Kota Koblenz,...
Banjir Rendam Kota Koblenz, Jerman
Hasil EURO 2024: Langsung...
Hasil EURO 2024: Langsung Tancap Gas, Jerman Bantai Skotlandia 5-1
Pangeran Jerman Dituntut...
Pangeran Jerman Dituntut Ayahnya karena Jual Kastil Keluarga Hanya Rp17.000
Balas Tindakan Berlin,...
Balas Tindakan Berlin, Teheran Usir Dua Diplomat Jerman
Berita Terkini
Selat Hormuz Makin Tidak...
Selat Hormuz Makin Tidak Aman, Harga Minyak Terus Melonjak
30 menit yang lalu
Gagalkan Rencana Intelijen...
Gagalkan Rencana Intelijen Ukraina, Rusia Tangkap Dalang Serangan Drone Berbasis AI
1 jam yang lalu
Iran Ancam Negara-negara...
Iran Ancam Negara-negara Teluk untuk Tidak Jadi Arena bagi Serangan AS
2 jam yang lalu
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, AS Gunakan Drone Laut untuk Menyerang Iran
3 jam yang lalu
Terungkap, Gempa Dahsyat...
Terungkap, Gempa Dahsyat Sumatra Sebabkan Singapura Tenggelam Secara Bertahap
3 jam yang lalu
Sirene dan Peringatan...
Sirene dan Peringatan Berbunyi di Seluruh Negara Arab
4 jam yang lalu
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved