Spionase AS juga sasar diplomat Perancis

Rabu, 23 Oktober 2013 - 09:41 WIB
Spionase AS juga sasar...
Spionase AS juga sasar diplomat Perancis
A A A
Sindonews.com – Penyadapan atau mata-mata Badan Nasional Keamanan (NSA) Amerika Serikat ternyata tidak hanya menyasar rakyat Perancis. Skandal spionase terbaru NSA terhadap diplomat Perancis di Washington dan PBB juga terbongkar.

Skandal spionase terbaru itu, kembali dimuat media Perancis Le Monde yang bersumber dari bocoran whistleblower NSA, Edward Snowden. Memo internal NSA yang didapat media Perancis mengungkap bahwa, spionase AS terhadap Perancis menggunakan program pengintaian canggih, bernama Genie.

Intelijen AS diduga meretas jaringan diplomat asing, dengan memasukkan spyware ke dalam piranti lunak, router dan firewall jutaan mesin. Dalam laporannya, Le Monde menyatakan, bahwa program Genie, merupakan program pengintaian NSA yang bisa dikontrol dari komputer luar negeri.

Sementara itu, sebuah dokumen pada Agustus 2010 menyebut bahwa data curian yang diambil dari komputer kedutaan asing bisa membuat AS mengetahui lebih cepat posisi anggota Dewan Keamanan lainnya, sebelum PBB menggelar pemungutan suara terkait resolusi bagi Iran.

Dalam bocoran yang dimuat Le Monde disebutkan, bahwa AS khawatir Perancis akan ikut dalam arus seperti Brazil, yang menolak memberikan sanksi bagi Iran. Padahal, faktanya Perancis selalu menyamakan persepsinya dengan AS.

Menyusul insiden spionase AS terbaru terhadap Perancis, Menteri Luar Negeri Prancis Laurent Fabius, langsung meminta penjelasan dari Menteri Luar Negeri AS, John Kerry. ”Spionase dalam skala besar yang dilakukan Amerika kepada sekutunya adalah sesuatu hal yang tidak bisa diterima," kata Fabius, kemarin seperti dikutip BBC, Rabu (23/10/2013).

Ditanya apakah Perancis mempertimbangkan akan melakukan aksi balasan kepada AS, juru bicara Pemerintah Perancis, Najat Vallaud-Belkacem, menjawab;"Terserah kepada Menteri Luar Negeri Fabius untuk memutuskan garis apa yang akan kami buat, tetapi saya rasa tidak perlu untuk meningkatkan eskalasi (ketegangan)."

”Kami harus memiliki hubungan yang saling menghormati di antara rekan, di antara sekutu. Kepercayaan kami telah terpukul tetapi secara keseluruhan kami memliki hubungan yang sangat dekat,” lanjut Vallaud-Belkacem.
(mas)
Berita Terkait
Lyon Jadi Pelabuhan...
Lyon Jadi Pelabuhan Baru Jerome Boateng
Prancis Imbau Warganya...
Prancis Imbau Warganya Segera Tinggalkan Pakistan
8 Bukti Prancis Kehilangan...
8 Bukti Prancis Kehilangan Pengaruh Neokolonialisme di Afrika
Pelaku Penyanderaan...
Pelaku Penyanderaan di Bank Prancis Masuk dalam Daftar Pemantauan
Gerakan Boikot Produk...
Gerakan Boikot Produk Prancis Raih Momentum di Bangladesh
5 Alasan PM Prancis...
5 Alasan PM Prancis Sebastien Lecornu Mundur, dari Defisit Anggaran hingga Rasio Utang Capai 113 Persen
Berita Terkini
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
6 jam yang lalu
Iran Tegaskan Inspektur...
Iran Tegaskan Inspektur IAEA Tak akan Diberi Akses Apa pun ke Lokasi Nuklir yang Dibom
7 jam yang lalu
Pemerintah Suriah Terbuka...
Pemerintah Suriah Terbuka untuk Bertemu Hizbullah
8 jam yang lalu
PM Pakistan Sharif akan...
PM Pakistan Sharif akan Hadiri Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei
9 jam yang lalu
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
9 jam yang lalu
Israel Ngotot Tempatkan...
Israel Ngotot Tempatkan Pasukannya di Lebanon, Suriah, dan Gaza Tanpa Batas Waktu
10 jam yang lalu
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved