Pengungsi Suriah di Turki tembus 600 ribu orang
Senin, 21 Oktober 2013 - 16:54 WIB
Pengungsi Suriah di Turki tembus 600 ribu orang
A
A
A
Sindonews.com - Jumlah pengungsi Suriah di Turki telah mencapai lebih dari 600 ribu orang. Sekitar 400 ribu di antaranya, tinggal di luar kamp-kamp pengungsi.
Data itu disampaikan pejabat penanganan bencana Turki kepada Xinhua pada Senin (21/10/2013).”Kami melakukan penelitian sebelum liburan Idul Fitri dan Idul Adha. Angka (jumlah pengungsi ) telah meningkat di atas 600 ribu orang,” kata Mustafa Aydogdu, juru bicara Direktorat Manajemen Darurat Bencana Turki.
Turki, yang berbatasan dengan Suriah, merupakan kritikus yang kuat dari Presiden Suriah Bashar al – Assad. Mereka juga merupakan pendukung kelompok pemberontak anti-Assad yang ingin menggulingkan Presiden Suriah itu.
Aydogdu mengatakan, pihaknya akan menerapkan kebijakan “pintu terbuka” kepada warga Suriah yang mengungsi dari bahaya perang sipil yang tengah berkecamuk. Kebijakan itu diterapkan, meski Turki telah menutup penyeberangan perbatasan menyusul insiden bentrok di dekat perbatasan.
Menurutnya, sekitar 200 ribu warga Suriah tinggal di kamp-kamp pengungsi 21. Mereka kebanyakan adalah warga Suriah yang tinggal di kota dekat perbatasan. Sisanya, kata Aydogdu, memilih tinggal di luar kamp dengan menyewa.
Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan mengatakan, pada bulan Agustus 2013 lalu, Pemerintah Turki mengklaim telah menghabiskan dana sekitar USD2 miliar, untuk melindungi para pengungsi.
Data itu disampaikan pejabat penanganan bencana Turki kepada Xinhua pada Senin (21/10/2013).”Kami melakukan penelitian sebelum liburan Idul Fitri dan Idul Adha. Angka (jumlah pengungsi ) telah meningkat di atas 600 ribu orang,” kata Mustafa Aydogdu, juru bicara Direktorat Manajemen Darurat Bencana Turki.
Turki, yang berbatasan dengan Suriah, merupakan kritikus yang kuat dari Presiden Suriah Bashar al – Assad. Mereka juga merupakan pendukung kelompok pemberontak anti-Assad yang ingin menggulingkan Presiden Suriah itu.
Aydogdu mengatakan, pihaknya akan menerapkan kebijakan “pintu terbuka” kepada warga Suriah yang mengungsi dari bahaya perang sipil yang tengah berkecamuk. Kebijakan itu diterapkan, meski Turki telah menutup penyeberangan perbatasan menyusul insiden bentrok di dekat perbatasan.
Menurutnya, sekitar 200 ribu warga Suriah tinggal di kamp-kamp pengungsi 21. Mereka kebanyakan adalah warga Suriah yang tinggal di kota dekat perbatasan. Sisanya, kata Aydogdu, memilih tinggal di luar kamp dengan menyewa.
Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan mengatakan, pada bulan Agustus 2013 lalu, Pemerintah Turki mengklaim telah menghabiskan dana sekitar USD2 miliar, untuk melindungi para pengungsi.
(mas)