Liga Arab: Konferensi Perdamaian Suriah digelar 23-24 November
Senin, 21 Oktober 2013 - 00:15 WIB
Liga Arab: Konferensi Perdamaian Suriah digelar 23-24 November
A
A
A
Sindonews.com – Konferensi perdamaian Suriah akan digelar di Jenewa, Swiss, pada 23-24 November. Demikian bunyi pernyataan Kepala Liga Arab, Nabil al-Arabi, pada konferensi pers, Minggu (20/10/2013).
Pernyataan ini dilontarkan Arabi dalam konferensi pers bersama dengan utusan khusus Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, di Kairo. Sebelumnya, keduanya telah mengevaluasi upaya regional dan internasional menuju solusi politik untuk krisis Suriah. Mereka juga membahas persiapan konferensi dan menjali kontak dengan pihak-pihak yang bertikai di Suriah.
"Pengaturan telah dilakukan untuk mempersiapkan konferensi ini," kata Arabi kepada wartawan, setelah pertemuannya dengan Brahimi. Namun, ia juga mengakui, bahwa banyak tantangan yang harus diatasi untuk menyelenggarakan konferensi tersebut.
Menurutnya, konferensi yang diberi tajuk ‘Jenewa II’ itu dibutuhkan untuk melaksanakan dokumen konferensi pertama, yang menyerukan masa transisi dan pemerintah sementara yang terdiri dari anggota dari kedua pemerintah dan oposisi.
Sementara itu, Brahimi mengatakan kepada wartawan, bahwa tanggal belum pelaksanaan konferensi Jenewa II belum ditetapkan. Menurut Brahimi, seharusnya tidak ada prasyarat untuk pihak manapun untuk menghadiri pembicaraan damai .
Ia menyatakan harapannya, bahwa konferensi perdamaian ini akan mengakhiri krisis Suriah dan mengarah pada tahap transisi untuk membangun Suriah baru. “Situasi di Suriah kian memburuk, setidaknya 100 ribu jiwa telah tewas dan sepertiga rakyat Suriah menderita penyakit. Semua pihak harus menyadari, bahwa situasi di Suriah berbahaya bagi perdamaian global," tambah Brahimi, seperti dikutip dari Xinhua.
Pernyataan ini dilontarkan Arabi dalam konferensi pers bersama dengan utusan khusus Liga Arab untuk Suriah, Lakhdar Brahimi, di Kairo. Sebelumnya, keduanya telah mengevaluasi upaya regional dan internasional menuju solusi politik untuk krisis Suriah. Mereka juga membahas persiapan konferensi dan menjali kontak dengan pihak-pihak yang bertikai di Suriah.
"Pengaturan telah dilakukan untuk mempersiapkan konferensi ini," kata Arabi kepada wartawan, setelah pertemuannya dengan Brahimi. Namun, ia juga mengakui, bahwa banyak tantangan yang harus diatasi untuk menyelenggarakan konferensi tersebut.
Menurutnya, konferensi yang diberi tajuk ‘Jenewa II’ itu dibutuhkan untuk melaksanakan dokumen konferensi pertama, yang menyerukan masa transisi dan pemerintah sementara yang terdiri dari anggota dari kedua pemerintah dan oposisi.
Sementara itu, Brahimi mengatakan kepada wartawan, bahwa tanggal belum pelaksanaan konferensi Jenewa II belum ditetapkan. Menurut Brahimi, seharusnya tidak ada prasyarat untuk pihak manapun untuk menghadiri pembicaraan damai .
Ia menyatakan harapannya, bahwa konferensi perdamaian ini akan mengakhiri krisis Suriah dan mengarah pada tahap transisi untuk membangun Suriah baru. “Situasi di Suriah kian memburuk, setidaknya 100 ribu jiwa telah tewas dan sepertiga rakyat Suriah menderita penyakit. Semua pihak harus menyadari, bahwa situasi di Suriah berbahaya bagi perdamaian global," tambah Brahimi, seperti dikutip dari Xinhua.
(esn)