Hukuman ditangguhkan, musuh politik Putin bebas

Rabu, 16 Oktober 2013 - 17:43 WIB
Hukuman ditangguhkan,...
Hukuman ditangguhkan, musuh politik Putin bebas
A A A
Sindonews.com - Sebuah pengadilan banding di Rusia telah mengabulkan permohonan penangguhan hukuman untuk pemimpin oposisi Alexei Navalny, dalam kasus penggelapan uang. Musuh politik Presiden Rusia, Vladimir Putin itu kini bebas dari penjara.

Navalny dijatuhi hukuman lima tahun pada bulan Juli 2013. Dia bersikeras, kasus yang menjeratnya itu sarat dengan muatan politik, di mana dengan hukuman lima tahun telah menutup peluangnya untuk ikut dalam pemilihan Presiden Rusia.

Pada bulan Juli 2013, Navalny dinyatakan bersalah dari atas penggelapan uang perusahaan kayu negara senilai USD500 ribu. Kasus itu terjadi, saat Navalny bekerja sebagai penasihat Gubernur Kirov, Nikita Belykh. ”Saya pikir motivasi politik dari kasus ini sudah jelas bagi semua orang,” kata Navalny, saat sidang berlangsung Rabu (16/10/2013), seperti dikutip Reuters.

Tergugat lainnya, Pyotr Ofitserov, yang dipenjara selama empat tahun, juga ditangguhkan hukumannya. Navalny, yang berstatus terpidana, beberapa waktu lalu nekat ikut pemilihan Walikota Moskow.

Hasilnya, dia hanya meraih 27 persen suara. Sedangkan lawannya, yang merupakan walikota incumbent, Sergei Sobyanin, menang dengan perolehan 51 persen suara. Kubu Navalnya menuduh, ada kecurangan dalam pemilihan walikota itu.

Usai hukumannya ditangguhkan, Navalny menegaskan rekayasa kasusnya itu, tidak akan membuatnya terlempar dari panggung politik. ”Satu hal yang pasti , mereka tidak akan berhasil dalam mendorong saya dan sekutu saya keluar dari kehidupan politik,” kata Navalny.

Pemenjaraan Navalny sempat menuai gelombang protes di Rusia. Sedangkan penangguhan hukuman untuk Navalny itu, dinilai sejumlah pihak sebagai langkah Pemerintah Rusia untuk menjaga citranya dari negara-negara Barat, di mana Rusia tengah mempersiapkan diri menjadi tuan Olimpiade Musim Dingin 2014.
(mas)
Berita Terkait
Para Pemimpin UE Siapkan...
Para Pemimpin UE Siapkan Sanksi Keras ke Rusia
Militer Rusia Kembali...
Militer Rusia Kembali Bombardir Fasilitas Utama di Ukraina
Rudal Rusia Hantam Pasar...
Rudal Rusia Hantam Pasar di Ukraina, 16 Orang Tewas
Pertempuran Sengit di...
Pertempuran Sengit di Mariupol, Pejuang Chechnya bunuh Pasukan Asing
Begini Momen saat Pesawat...
Begini Momen saat Pesawat Canggih Rusia SU-35S Hancurkan Markas Militer Ukraina dengan Rudal
Roket Uragan Rusia Hantam...
Roket Uragan Rusia Hantam Apartemen di Kota Chasiv Yar, 10 Tewas dan Puluhan Lain Tertimbun
Berita Terkini
Eks Jenderal AS Sarankan...
Eks Jenderal AS Sarankan Amerika Rebut Pulau Kharg yang Jadi Jantung Ekonomi Minyak Iran
27 menit yang lalu
Mengapa Iran Tak Serang...
Mengapa Iran Tak Serang Arab Saudi dalam Membalas Serangan AS? Ini Jawabannya
1 jam yang lalu
Kebakaran Mengerikan...
Kebakaran Mengerikan Melanda Pub Bangkok, 27 Orang Tewas, 22 Kritis
1 jam yang lalu
Israel Syok Senator...
Israel Syok Senator AS Pro-Zionis Lindsey Graham Mendadak Meninggal
2 jam yang lalu
Persaingan Memanas,...
Persaingan Memanas, China Membangun Replika Kapal Perang AS untuk Latihan Tembak Rudal
3 jam yang lalu
Iran Serang 5 Negara...
Iran Serang 5 Negara Arab karena Jadi Pangkalan Militer AS
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved