China & Thailand adakan pembicaraan tentang pembebasan visa
Sabtu, 12 Oktober 2013 - 00:44 WIB
China & Thailand adakan pembicaraan tentang pembebasan visa
A
A
A
Sindonews.com – China siap untuk mengadakan pembicaraan dengan Thailand untuk pembebasan visa kunjungan warga negara kedua belah pihak. Demikian dinyatakan oleh Perdana Menteri China, Li Keqiang, Jumat (11/10/2013).
Keqiang melontarkan pernyataan itu saat menyampaikan pidato di Parlemen Thailand, tak lama setelah ia tiba di negara Asia Tenggara terseubt untuk kunjungan resmi. "Ada pepatah Cina kuno: semakin banyak pertukaran antara saudara, hubungan mereka akan menjadi lebih hangat," kata Keqiang.
“Pembebasan visa akan memfasilitasi people to people dan pertukaran budaya dari kedua negara dan membawa lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa,” kata Keqiang. Thailand adalah negara pertama yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang memulai pembicaraan tersebut dengan China.
Di Thailand, Keqiang dijadwalkan bertemu keluarga kerajaan Thailand dan pemimpin pemerintah, serta parlemen untuk pertukaran mendalam pandangan mengenai hubungan bilateral serta isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Sebelum tiba di Bangkok, Keqiang baru saja mengakhiri kunjungan di Brunei, di mana ia juga menghadiri serangkaian pertemuan puncak dengan para pemimpin Asia Timur.
Keqiang melontarkan pernyataan itu saat menyampaikan pidato di Parlemen Thailand, tak lama setelah ia tiba di negara Asia Tenggara terseubt untuk kunjungan resmi. "Ada pepatah Cina kuno: semakin banyak pertukaran antara saudara, hubungan mereka akan menjadi lebih hangat," kata Keqiang.
“Pembebasan visa akan memfasilitasi people to people dan pertukaran budaya dari kedua negara dan membawa lebih banyak manfaat bagi kedua bangsa,” kata Keqiang. Thailand adalah negara pertama yang tergabung dalam Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), yang memulai pembicaraan tersebut dengan China.
Di Thailand, Keqiang dijadwalkan bertemu keluarga kerajaan Thailand dan pemimpin pemerintah, serta parlemen untuk pertukaran mendalam pandangan mengenai hubungan bilateral serta isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.
Sebelum tiba di Bangkok, Keqiang baru saja mengakhiri kunjungan di Brunei, di mana ia juga menghadiri serangkaian pertemuan puncak dengan para pemimpin Asia Timur.
(esn)