OPCW akan kerahkan tim kedua ke Suriah
Rabu, 09 Oktober 2013 - 03:37 WIB
OPCW akan kerahkan tim kedua ke Suriah
A
A
A
Sindonews.com – Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) menyatakan pada Selasa (8/10/2013), bahwa mereka akan mengerahkan tim kedua untuk meningkatkan keberhasilan program penghancuran persenjataan kimia milik rezim Suriah.
“OPCW akan mengerahkan tim inspektur kedua untuk misi di Suriah. Ini akan menambah tim pendahulu dari ahli OPCW, yang telah berada di Suriah sejak 1 Oktober, untuk melakukan kegiatan verifikasi dan penghancuran,” sebut pernyataan OPCW, seperti dikutip dari AFP.
Tim OPCW akan berada di Suriah hingga pertengahan 2014 untuk menyelesaikan proses penghancuran senjata kimia milik rezim Suriah di bawah persyaratan perjanjian Rusia-AS. Tim OPCW akan mengadakan pertemuan rutin Dewan Eksekutif pada pekan ini.
Direktur Jenderal OPCW, Ahmet Uzumcu, telah memberi penjelasan soal kemajuan yang dicapai sejauh ini di Suriah. Dia menegaskan, bahwa Pemerintah Suriah telah bekerjasama dengan misi perlucutan senjata bersama OPCW-PBB dan mulai menghancurkan senjata kimia .
"Perkembangan ini menyajikan sebuah permulaan yang konstruktif, untuk apa tetap akan menjadi proses yang panjang dan sulit," kata Uzumcu.
“OPCW akan mengerahkan tim inspektur kedua untuk misi di Suriah. Ini akan menambah tim pendahulu dari ahli OPCW, yang telah berada di Suriah sejak 1 Oktober, untuk melakukan kegiatan verifikasi dan penghancuran,” sebut pernyataan OPCW, seperti dikutip dari AFP.
Tim OPCW akan berada di Suriah hingga pertengahan 2014 untuk menyelesaikan proses penghancuran senjata kimia milik rezim Suriah di bawah persyaratan perjanjian Rusia-AS. Tim OPCW akan mengadakan pertemuan rutin Dewan Eksekutif pada pekan ini.
Direktur Jenderal OPCW, Ahmet Uzumcu, telah memberi penjelasan soal kemajuan yang dicapai sejauh ini di Suriah. Dia menegaskan, bahwa Pemerintah Suriah telah bekerjasama dengan misi perlucutan senjata bersama OPCW-PBB dan mulai menghancurkan senjata kimia .
"Perkembangan ini menyajikan sebuah permulaan yang konstruktif, untuk apa tetap akan menjadi proses yang panjang dan sulit," kata Uzumcu.
(esn)