Rusia tuntut pengamanan lebih untuk misi diplomatiknya di Libya

Rabu, 09 Oktober 2013 - 03:22 WIB
Rusia tuntut pengamanan...
Rusia tuntut pengamanan lebih untuk misi diplomatiknya di Libya
A A A
Sindonews.com – Rusia menuntut Libya memberi pengamanan lebih ketat bagi misi diplomatik Rusia yang ditempatkan di Libya. "Kami tidak akan kembali ke bangunan tua," kata Duta Besar Rusia untuk Libya, Ivan Molotkov, Selasa (8/10/2013), seperti dikutip dari kantor berita Interfax.

Sebelumnya, pada pertengahan pekan lalu, 51 diplomat Rusia dievakuasi dari ibu kota Libya, Tripoli, setelah massa bersenjata menyerang gedung Kedutaan Rusia. Serangan ini terjadi, menyusul dugaan pembunuhan seorang perwira Libya oleh seorang wanita Rusia.

“Keputusan untuk mengevakuasi Kedutaan Rusia adalah karena ketidakmampuan pihak berwenang Libya untuk menjamin keamanan para diplomat,” kata Molotkov. Menurutnya, sejumlah negara-negara bermasalah lainnya, seperti Irak dan Suriah, masih mampu untuk melawan serangan massa, tidak seperti di Libya.

"Pihak berwenang Libya memperingatkan kami, bahwa masih terbuka serangan baru terhadap kami. Namun, mereka mengatakan kalau mereka tidak bisa menjamin keselamatan kami,” kata Molotkov. Ia menambahkan, bahwa serangan terjadi, Rusia telah memberitahu pihak berwenang setempat, bahwa perlindungan terhadap Kedutaan Rusia terlalu longgar.

Pemerintah Libya belum secara resmi menjelaskan kepada pihak Rusia, apa yang menyebabkan serangan terhadap misi diplomatik tersebut. Rusia sendiri mencatat, masalah ini bisa "membahayakan" keselamatan para staf kedutaan.
(esn)
Berita Terkait
Rusia Akan Membuka Kembali...
Rusia Akan Membuka Kembali Kedutaan Besar di Libya
Foto Satelit Ungkap...
Foto Satelit Ungkap Rusia Pasok Senjata ke Pemberontak Libya
AS Tuduh Rusia Kirim...
AS Tuduh Rusia Kirim Lebih Banyak Senjata ke Garis Depan Libya
Rusia Dituduh Pasok...
Rusia Dituduh Pasok Banyak Senjata di Garis Depan Libya
Putin: Konflik Libya,...
Putin: Konflik Libya, Yaman dan Suriah Sebarkan Terorisme
Lebih dari 7.000 Tentara...
Lebih dari 7.000 Tentara Bayaran Rusia Masih Bercokol di Libya
Berita Terkini
Juni Jadi Bulan Paling...
Juni Jadi Bulan Paling Mematikan bagi Ukraina sejak 2022, Apa Pemicunya?
1 jam yang lalu
Mantan Pasukan Khusus...
Mantan Pasukan Khusus AS Bawa Paspor China Ini Ditangkap di Perbatasan Nepal dan India, Siapa Jordan Brown?
1 jam yang lalu
Inggris Akan Larang...
Inggris Akan Larang Penggunaan Media Sosial saat Malam Hari
2 jam yang lalu
Ilmuwan AS Ini Pelajari...
Ilmuwan AS Ini Pelajari Uji Coba Nuklir Korut, tapi Ditangkap China karena Melakukan Spionase
3 jam yang lalu
Perang Iran Terus Berkobar,...
Perang Iran Terus Berkobar, China Tuding AS Bawa Timur Tengah ke Jurang Maut
4 jam yang lalu
Enggan Kirim Pasukan...
Enggan Kirim Pasukan AS untuk Invasi Darat ke Iran, Trump: Orang Lain yang Akan Melakukannya
6 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved