Terkait penangkapan warganya, Libya panggil Dubes AS
Selasa, 08 Oktober 2013 - 23:12 WIB
Terkait penangkapan warganya, Libya panggil Dubes AS
A
A
A
Sindonews.com – Pemerintah Libya telah memanggil Duta Besar Amerika Serikat (AS) di Tripoli untuk meminta penjelasan tentang penangkapan seorang warga Libya, Anas al-Liby (49), yang dicari oleh pihak berwenang AS atas tuduhan pemboman kedutaan.
Dalam sebuah siaran pers, Selasa (8/10/2013), Kementerian Luar Negeri Libya mengatakan, bahwa Menteri Kehakiman Libya, Salah el-Merghani telah meminta Dubes AS untuk memberi penjelasan mengenai masalah ini. Permintaan ini diajukan el-Merghani, setelah mengadakan pertemuan dengan saudara dan anak dari warga Libya yang ditangkap tersebut.
Satu hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengakui bahwa pihak berwenang Libya belum diberitahu tentang operasi kontra-terorisme yang dilakukan oleh pasukan AS di Libya. Operasi ini digelar untuk menangkap al-Liby, yang dituding AS sebagai pimpinan al-Qaeda dan terkait dengan aksi pemboman Kedubes AS di Afrika Timur pada 1998 silam.
Seperti dilaporkan Xinhua, Kerry membela operasi AS di Tripoli itu yang berujung pada penahanan al-Liby. Menurut Kerry, al-Liby adalah seorang "target hukum" dan akan diadili di pengadilan.
Pemerintah AS memang meyakini, kalau al-Liby adalah salah satu dalang dalam serangan ke Kedubes AS di Kenya dan Tanzania yang menewaskan lebih dari 220 orang. Al-Liby juga telah didakwa di Pengadilan New York sehubungan dengan serangan tersebut.
Dalam sebuah siaran pers, Selasa (8/10/2013), Kementerian Luar Negeri Libya mengatakan, bahwa Menteri Kehakiman Libya, Salah el-Merghani telah meminta Dubes AS untuk memberi penjelasan mengenai masalah ini. Permintaan ini diajukan el-Merghani, setelah mengadakan pertemuan dengan saudara dan anak dari warga Libya yang ditangkap tersebut.
Satu hari sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengakui bahwa pihak berwenang Libya belum diberitahu tentang operasi kontra-terorisme yang dilakukan oleh pasukan AS di Libya. Operasi ini digelar untuk menangkap al-Liby, yang dituding AS sebagai pimpinan al-Qaeda dan terkait dengan aksi pemboman Kedubes AS di Afrika Timur pada 1998 silam.
Seperti dilaporkan Xinhua, Kerry membela operasi AS di Tripoli itu yang berujung pada penahanan al-Liby. Menurut Kerry, al-Liby adalah seorang "target hukum" dan akan diadili di pengadilan.
Pemerintah AS memang meyakini, kalau al-Liby adalah salah satu dalang dalam serangan ke Kedubes AS di Kenya dan Tanzania yang menewaskan lebih dari 220 orang. Al-Liby juga telah didakwa di Pengadilan New York sehubungan dengan serangan tersebut.
(esn)