Israel ingatkan Obama agar tak bicara manis pada Iran
Senin, 30 September 2013 - 14:37 WIB
Israel ingatkan Obama agar tak bicara manis pada Iran
A
A
A
Sindonews.com – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, bakal memperingatkan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, agar tidak bicara manis dengan pemimpin Iran.
Peringatan itu, akan disampaikan Nentanyahu saat menggelar pertemuan diplomatik dengan Obama, Senin (30/9/2013). Sementara itu, Obama akan mencoba untuk meyakinkan Netanyahu, bahwa ia tidak akan bertindak prematur untuk meringankan sanksi terhadap Iran.
Mulai mencairnya hubungan AS dan Iran akhir-akhir ini, membuat Israel gusar. Terakhir, Nentanyahu memboikot pidato Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam sidang Mejelis Umum PBB pekan lalu. Kala itu, Nentanyahu menyebut pidato Rouhani penuh kepalsuan dan kemunafikan.
Sedangkan Rouhani terus “bergerilya” untuk negosiasi nuklir Teheran. Salah satunya, mulai berbicara langsung dengan Obama, meski hanya lewat telepon. Seorang pejabat Israel, mengatakan, Nentanyahu tidak peduli dengan apa yang dilakukan Rouhani.
Netanyahu, kata pejabat itu, akan memberitahu Obama, bahwa sanksi ekonomi telah berhasil membawa Iran kembali ke meja negosiasi. ”Tapi (Nentanyahu) minta negosiasiasi itu tidak dimudahkan, tapi justru harus diperketat,” kata pejabat itu yang diawawancarai dengam syaarat anomin, seperti dikutip Reuters.
Netanyahu, akan mendesak Obama untuk menolak kesepakatan apa pun dan sebaliknya menuntut langkah-langkah tertentu terhadap Iran, termasuk menghapuskan pengayaan uranium, proyek plutonium dan pengiriman senjata mereka ke luar. ”Dia (Nentanyahu) akan memberitahu presiden 'lebih baik tidak ada kesepakatan, yang berujung pada hal yang buruk’,” lanjut pejabat itu.
Netanyahu menghabiskan hari Minggu-nya, dengan menginap di hotel di New York. ”Saya akan berbicara kebenaran. Fakta harus dinyatakan dalam menghadapi pembicaraan manis dan senyum kilat,” sindir Nentanyahu terhadap Rouhani, saat berada di bandara di Tel Aviv sebelum berangkat ke AS.
Peringatan itu, akan disampaikan Nentanyahu saat menggelar pertemuan diplomatik dengan Obama, Senin (30/9/2013). Sementara itu, Obama akan mencoba untuk meyakinkan Netanyahu, bahwa ia tidak akan bertindak prematur untuk meringankan sanksi terhadap Iran.
Mulai mencairnya hubungan AS dan Iran akhir-akhir ini, membuat Israel gusar. Terakhir, Nentanyahu memboikot pidato Presiden Iran, Hassan Rouhani, dalam sidang Mejelis Umum PBB pekan lalu. Kala itu, Nentanyahu menyebut pidato Rouhani penuh kepalsuan dan kemunafikan.
Sedangkan Rouhani terus “bergerilya” untuk negosiasi nuklir Teheran. Salah satunya, mulai berbicara langsung dengan Obama, meski hanya lewat telepon. Seorang pejabat Israel, mengatakan, Nentanyahu tidak peduli dengan apa yang dilakukan Rouhani.
Netanyahu, kata pejabat itu, akan memberitahu Obama, bahwa sanksi ekonomi telah berhasil membawa Iran kembali ke meja negosiasi. ”Tapi (Nentanyahu) minta negosiasiasi itu tidak dimudahkan, tapi justru harus diperketat,” kata pejabat itu yang diawawancarai dengam syaarat anomin, seperti dikutip Reuters.
Netanyahu, akan mendesak Obama untuk menolak kesepakatan apa pun dan sebaliknya menuntut langkah-langkah tertentu terhadap Iran, termasuk menghapuskan pengayaan uranium, proyek plutonium dan pengiriman senjata mereka ke luar. ”Dia (Nentanyahu) akan memberitahu presiden 'lebih baik tidak ada kesepakatan, yang berujung pada hal yang buruk’,” lanjut pejabat itu.
Netanyahu menghabiskan hari Minggu-nya, dengan menginap di hotel di New York. ”Saya akan berbicara kebenaran. Fakta harus dinyatakan dalam menghadapi pembicaraan manis dan senyum kilat,” sindir Nentanyahu terhadap Rouhani, saat berada di bandara di Tel Aviv sebelum berangkat ke AS.
(mas)