Ini syarat fasilitas nuklir Iran bisa digeledah
Senin, 30 September 2013 - 13:11 WIB
Ini syarat fasilitas nuklir Iran bisa digeledah
A
A
A
Sindonews.com – Meski Presiden Iran, Hassan Rouhani, berkali-kali menegaskan program nuklir Iran untuk kepentingan damai, tapi masyarakat internasional tidak bisa sembarangan menggeledah fasilitas pengayaaan uranium mereka.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan, ada syarat utama, jika ingin menggeledah fasilitas nuklir Teheran.
Mengutip laman Reuters, syarat utama itu menurut Zarif, adalah Iran dibebaskan dari sanksi atau embargo ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat. Menurutnya, sanksi itu sudah menyakitkan masyarakat Iran. Jika syarat itu dipenuhi, pihaknya akan “membuka pintu” fasilitas nuklir Iran untuk tim inspeksi nukir internasional.
”Negosiasi berada di meja untuk membicarakan berbagai aspek program pengayaan uranium Iran . Hak kami untuk memperkaya uranium tanpa negosiasi di atas meja,” kata Zarif kepada ABC.
”Kita tidak perlu uranium untuk kepentingan militer. Itu kepastian, dan kita tidak akan bergerak ke arah itu,” ujar Zarif. ”Iran yang kita miliki, tidak memiliki senjata nuklir, itu bukan hanya tujuan Anda , tapi tujuan pertama dan utama kami.”
Zarif melanjutkan, Iran tak segan-segan mempersilakan inspektur internasional berkunjung ke fasilitas nuklir Iran, untuk membuktikan, bahwa Iran tidak membuat bom nuklir. ”Jika Amerika Serikat siap untuk mengakui hak Iran, menghormati hak-hak Iran dan bergerak dari perspektif itu , maka kita memiliki kesempatan nyata (membuka fasilitas nuklir),” kata Zarif.
”Kami bersedia untuk terlibat dalam negosiasi. AS juga perlu melakukan hal-hal yang cepat. Salah satunya adalah untuk membebaskan sanksi (ekonomi) ilegal terhadap Iran,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan sanksi ekonomi terhadap Iran bisa dicabut, setelah ada kesepakatan di tempat, yang menjamin bahwa program nuklir Iran adalah untuk kepentingan damai.
”AS tidak akan mencabut sanksi, sampai ada kejelasan yang sangat diverifikasi, akuntabel, transparan di tempat, di mana kita tahu persis apa yang terjadi di Iran terkait program nuklirnya,” tegas Kerry.
Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif, mengatakan, ada syarat utama, jika ingin menggeledah fasilitas nuklir Teheran.
Mengutip laman Reuters, syarat utama itu menurut Zarif, adalah Iran dibebaskan dari sanksi atau embargo ekonomi yang dilakukan Amerika Serikat. Menurutnya, sanksi itu sudah menyakitkan masyarakat Iran. Jika syarat itu dipenuhi, pihaknya akan “membuka pintu” fasilitas nuklir Iran untuk tim inspeksi nukir internasional.
”Negosiasi berada di meja untuk membicarakan berbagai aspek program pengayaan uranium Iran . Hak kami untuk memperkaya uranium tanpa negosiasi di atas meja,” kata Zarif kepada ABC.
”Kita tidak perlu uranium untuk kepentingan militer. Itu kepastian, dan kita tidak akan bergerak ke arah itu,” ujar Zarif. ”Iran yang kita miliki, tidak memiliki senjata nuklir, itu bukan hanya tujuan Anda , tapi tujuan pertama dan utama kami.”
Zarif melanjutkan, Iran tak segan-segan mempersilakan inspektur internasional berkunjung ke fasilitas nuklir Iran, untuk membuktikan, bahwa Iran tidak membuat bom nuklir. ”Jika Amerika Serikat siap untuk mengakui hak Iran, menghormati hak-hak Iran dan bergerak dari perspektif itu , maka kita memiliki kesempatan nyata (membuka fasilitas nuklir),” kata Zarif.
”Kami bersedia untuk terlibat dalam negosiasi. AS juga perlu melakukan hal-hal yang cepat. Salah satunya adalah untuk membebaskan sanksi (ekonomi) ilegal terhadap Iran,” ucapnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, John Kerry, mengatakan sanksi ekonomi terhadap Iran bisa dicabut, setelah ada kesepakatan di tempat, yang menjamin bahwa program nuklir Iran adalah untuk kepentingan damai.
”AS tidak akan mencabut sanksi, sampai ada kejelasan yang sangat diverifikasi, akuntabel, transparan di tempat, di mana kita tahu persis apa yang terjadi di Iran terkait program nuklirnya,” tegas Kerry.
(mas)