Polisi selamatkan 92 bocah China yang hendak dijual
Sabtu, 28 September 2013 - 12:52 WIB
Polisi selamatkan 92 bocah China yang hendak dijual
A
A
A
Sindonews.com - Polisi China telah menyelamatkan 92 anak-anak dan dua perempuan dewasa yang diculik oleh geng penjual anak. Polisi, menurut media pemerintah setempat pada Sabtu (28/9/2013), juga menangkap 301 tersangka dalam kasus itu.
Kasus penculikan geng penjual anak di China terbongkar, setelah polisi secara bersamaan menyerbu lokasi mereka di 11 provinsi. Mengutip laporan media China, Xinhua, polisi sudah melakukan penyelidikan selama enam bulan untuk membongkar kasus penjualan anak di Negeri Tirai Bambu itu.
Kasus penjualan anak di China marak. Beberapa penyebabnya, antara lain, adanya preferensi tradisional untuk anak laki-laki, terutama di daerah pedesaan, dan kebijakan untuk hanya mempunyai satu anak yang ketat dari pemerintah.
Sedangkan perempuan dewasa yang diculik, hendak dijual ke beberapa pria di daerah terpencil yang tidak dapat menemukan pasangan, karena ketidakseimbangan seks, akibat kebijakan satu anak dari Pemerintah China. Kebijakan itu, juga memicu maraknya praktik aborsi.
Pemerintah, melalui siaran televisi negara, mengancam akan memberlakukan hukuman yang lebih berat kepada pada orang-orang yang membeli anak hasil penculikan. ”Pemerintah juga akan menghukum orang tua yang menjual anak-anak mereka,” tulis Xinhua, dalam laporannya.
Kasus penculikan dan penjualan anak di China menjadi sorotan publik. Di tahun 2011, polisi mengatakan, mereka telah menyelamatkan lebih dari 13 ribu anak yang diculik, dan 23 ribu wanita selama lebih dari dua tahun ini.
Kasus penculikan geng penjual anak di China terbongkar, setelah polisi secara bersamaan menyerbu lokasi mereka di 11 provinsi. Mengutip laporan media China, Xinhua, polisi sudah melakukan penyelidikan selama enam bulan untuk membongkar kasus penjualan anak di Negeri Tirai Bambu itu.
Kasus penjualan anak di China marak. Beberapa penyebabnya, antara lain, adanya preferensi tradisional untuk anak laki-laki, terutama di daerah pedesaan, dan kebijakan untuk hanya mempunyai satu anak yang ketat dari pemerintah.
Sedangkan perempuan dewasa yang diculik, hendak dijual ke beberapa pria di daerah terpencil yang tidak dapat menemukan pasangan, karena ketidakseimbangan seks, akibat kebijakan satu anak dari Pemerintah China. Kebijakan itu, juga memicu maraknya praktik aborsi.
Pemerintah, melalui siaran televisi negara, mengancam akan memberlakukan hukuman yang lebih berat kepada pada orang-orang yang membeli anak hasil penculikan. ”Pemerintah juga akan menghukum orang tua yang menjual anak-anak mereka,” tulis Xinhua, dalam laporannya.
Kasus penculikan dan penjualan anak di China menjadi sorotan publik. Di tahun 2011, polisi mengatakan, mereka telah menyelamatkan lebih dari 13 ribu anak yang diculik, dan 23 ribu wanita selama lebih dari dua tahun ini.
(mas)