Soal 'manusia perahu', RI dituding usik kedaulatan Australia

Jum'at, 27 September 2013 - 11:02 WIB
Soal manusia perahu,...
Soal 'manusia perahu', RI dituding usik kedaulatan Australia
A A A
Sindonews.com – Polemik kebijakan Austrlia untuk menempatkan polisinya di Indonesia untuk menghentikan laju para pencari suaka atau dikenal sebagai “manusia perahu” terus bergulir. Mantan Menteri luar Negeri Australia, Alexander Downer, menuding balik Indonesia-lah yang mengusik kedaulatan Australia.

Komentar Downer, sebagai respons atas peringatan Menteri Luar Negeri RI, Marty Natalegawa, kepada Menlu Australia, Julie Bishhop, bahwa penempatan polisi Australia di Indonesia untuk menghalau laju “manusia perahu” tidak bisa diterima. Alasannya, hal itu bisa mengusik kedaulatan Indonesia.

Downer menganggap peringatan dari Marty itu janggal. Dia justru minta Indonesia menghentikan “retorika saleh”-nya. ”Mari kita lihat untuk kepentingan Natalegawa ini; kapal berbendera Indonesia dengan awak Indonesia yang melanggar hukum kita, karena membawa orang ke dalam wilayah perairan kita,” kata Downer, kepada ABC, kemarin (26/9/2013).

Perdana Menteri Australia, Tony Abbott, pada Jumat (27/9/2013), menjelaskan, masalah “manusia perahu” membuat “iritasi” hubungan Australia dengan Indonesia. Abbott yang membuat kebijakan penepatan polisi di wilayah Indonesia untuk menghalau laju ”manusia perahu” mengklaim tidak membahayakan hubungan Australia dengan Indonesia.

”Hal terakhir yang diinginkan orang, adalah memiliki hubungan Australia dengan Indonesia (yang baik), saya yakin akan bisa melewati tahap ‘iritasi’ hubungan ini,” imbuh dia. Abbott, pada akhir bulan ini dijadwalkan berkunjung ke Indonesia. Dia sudah berjanji untuk tidak membuat kebijakan yang mengusik kedaulatan Indonesia.

”Jika Australia melakukan sesuatu yang bodoh, jelas bisa (dalam bahaya), tetapi pemerintah tidak akan melakukan hal-hal bodoh ,” ucap Abbott. ”Kami akan melakukan hal-hal yang kuat dan masuk akal yang membangun hubungan baik yang sudah kita miliki dengan Indonesia.”

Sementara itu, pemimpin oposisi dari Partai Buruh, Chris Bowen, berpendapat, kebijakan penempatan polisi yang dikenal sebagai “Operasi Borders Sovereign” Abbott sebagai ”penghinaan". Bowen berpendapat yang berpihak pada Indonesia. ”Ini bukan ‘iritan’ kepada Pemerintah Indonesia , ini adalah masalah yang jelas dan prinsipil untuk mereka (Indoenesia).”
(esn)
Berita Terkait
Anthony Albanese, Tokoh...
Anthony Albanese, Tokoh Kelas Pekerja yang Jadi PM Australia Terpilih
Mertens dan Sabalenka...
Mertens dan Sabalenka Juarai Ganda Putri Australia Open 2021
Kunjungan Danielle Wood...
Kunjungan Danielle Wood Perkuat Kerja Sama Ekonomi Indonesia–Australia
Cendekiawan Muda RI...
Cendekiawan Muda RI di Australia Sumbang Ide Wujudkan Indonesia 4.0
Banjir Besar Landa Sydney,...
Banjir Besar Landa Sydney, Ribuan Orang Diminta Mengungsi
Australia Menyadari...
Australia Menyadari Konsumen China Tak Tergantikan Usai 30 Bulan Konflik
Berita Terkini
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
1 jam yang lalu
Balas Dendam Itu Pasti...
Balas Dendam Itu Pasti Terjadi! Media Iran Rilis 13 Pejabat AS, Iran dan Eropa yang Jadi Target
2 jam yang lalu
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
3 jam yang lalu
Barisan Nasional Menang...
Barisan Nasional Menang Besar di Pemilu Johor, Koalisi PM Anwar Ibrahim Terancam?
4 jam yang lalu
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
5 jam yang lalu
Secara Strategis, Pakar...
Secara Strategis, Pakar Militer Ini Yakin Iran Lebih Unggul Dibandingkan AS
6 jam yang lalu
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved