Presiden Iran: Israel harus gabung dengan perjanjian non-nuklir
Kamis, 26 September 2013 - 23:47 WIB
Presiden Iran: Israel harus gabung dengan perjanjian non-nuklir
A
A
A
Sindonews.com – Presiden Iran, Hassan Rouhani, menyatakan pada Kamis (26/9/2013), bahwa Israel harus menempatkan senjata nuklirnya di bawah pengawasan internasional. Hal ini diungkapkan Rouhani menjelang pertemuan penting antara Menteri Luar Negeri Iran dengan menlu negara-negara Barat untuk membahas program nuklir Iran.
“Israel harus bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir. Israel tidak pernah mendeklarasikan sebuah bom nuklir, tetapi secara luas diduga memiliki beberapa,” kata Rouhani, seperti dikutip dari AFP.
Rouhani menyoroti kegagalan upaya untuk mengatur zona bebas nuklir di Timur Tengah. "Israel, satu-satunya yang tak tergabung dalam perjanjian Non-Proliferasi Nuklir di wilayah ini. Mereka harus bergabung di dalamnya tanpa penundaan lebih lanjut," tambah Rouhani.
Hingga kini, program nuklir Iran masih menjadi polemik internasional. Iran masih terus bertentangan pendapat dengan badan pengawas atom PBB yang mengatakan, bahwa Iran masih belum memberikan bukti definitive, bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.
"Tidak ada bangsa yang harus memiliki senjata nuklir, karena tidak ada tangan yang tepat untuk senjata-senjata yang salah," kata Rouhani. Sebelumnya, Rouhani telah mengatakan kepada Washington Post, bahwa ia ingin kesepakatan cepat tercapai untuk mengakhiri tuduhan Barat, bahwa Iran sedang berusaha membuat bom nuklir.
Rouhani juga mengatakan, ia percaya kalau kesepakatan bisa dilakukan pada program nuklir negaranya dalam waktu tiga sampai enam bulan ke depan. Pernyataan ini dilontarkan Rouhani, saat berbicara di sebuah konferensi perlucutan senjata nuklir PBB, jelang pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dengan menlu dari kelompok P5+1.
“Israel harus bergabung dengan Perjanjian Non-Proliferasi yang bertujuan untuk mencegah penyebaran senjata nuklir. Israel tidak pernah mendeklarasikan sebuah bom nuklir, tetapi secara luas diduga memiliki beberapa,” kata Rouhani, seperti dikutip dari AFP.
Rouhani menyoroti kegagalan upaya untuk mengatur zona bebas nuklir di Timur Tengah. "Israel, satu-satunya yang tak tergabung dalam perjanjian Non-Proliferasi Nuklir di wilayah ini. Mereka harus bergabung di dalamnya tanpa penundaan lebih lanjut," tambah Rouhani.
Hingga kini, program nuklir Iran masih menjadi polemik internasional. Iran masih terus bertentangan pendapat dengan badan pengawas atom PBB yang mengatakan, bahwa Iran masih belum memberikan bukti definitive, bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai.
"Tidak ada bangsa yang harus memiliki senjata nuklir, karena tidak ada tangan yang tepat untuk senjata-senjata yang salah," kata Rouhani. Sebelumnya, Rouhani telah mengatakan kepada Washington Post, bahwa ia ingin kesepakatan cepat tercapai untuk mengakhiri tuduhan Barat, bahwa Iran sedang berusaha membuat bom nuklir.
Rouhani juga mengatakan, ia percaya kalau kesepakatan bisa dilakukan pada program nuklir negaranya dalam waktu tiga sampai enam bulan ke depan. Pernyataan ini dilontarkan Rouhani, saat berbicara di sebuah konferensi perlucutan senjata nuklir PBB, jelang pertemuan antara Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif dengan menlu dari kelompok P5+1.
(esn)