Rusia siap bantu Suriah jaga situs senjata kimia
Kamis, 26 September 2013 - 15:58 WIB
Rusia siap bantu Suriah jaga situs senjata kimia
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Rusia menyatakan siap untuk membantu Suriah dalam menjaga situs senjata kimia milik rezim Presiden Bashar al-Assad, sebelum dimusnahkan. Kesediaan Rusia itu, disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Ryabkov, Kamis (26/9/2013).
”Kami akan siap membantu dalam menjaga fasilitas tersebut, di mana pekerjaan sedang dilakukan,” tulis kantor berita Interfax, mengutip pernyataan Ryabkov. Namun, dia tidak merinci situs-situs senjata kimia, termasuk jumlah total senjata kimia yang dimiliki rezim Assad.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, sudah membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat, bahwa Suriah akan menyerahkan data senjata kimianya dalam sepekan, dan memusnahkannya pada pertengahan 2014, di bawah kontrol internasional.
Sedangkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sebelumnya dalam sebuah wawacara terbaru di Damaskus, dengan jaringan televisi Venezuela, Telesur, mengklaim mempunyai pengkuan dari pemberontak, bahwa merekalah yang menggunakan senjata kimia dalam perang sipil yang berkecamuk di Suriah.
Assad mengaku, pihak berwenang Suriah sudah membongkar semua senjata kimia, termasuk laboratorium milik pemberontak. Bukti-bukti itu, lanjut Assad, sudah diserahkan kepada Rusia.
”Kami akan siap membantu dalam menjaga fasilitas tersebut, di mana pekerjaan sedang dilakukan,” tulis kantor berita Interfax, mengutip pernyataan Ryabkov. Namun, dia tidak merinci situs-situs senjata kimia, termasuk jumlah total senjata kimia yang dimiliki rezim Assad.
Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrov, sudah membuat kesepakatan dengan Amerika Serikat, bahwa Suriah akan menyerahkan data senjata kimianya dalam sepekan, dan memusnahkannya pada pertengahan 2014, di bawah kontrol internasional.
Sedangkan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, sebelumnya dalam sebuah wawacara terbaru di Damaskus, dengan jaringan televisi Venezuela, Telesur, mengklaim mempunyai pengkuan dari pemberontak, bahwa merekalah yang menggunakan senjata kimia dalam perang sipil yang berkecamuk di Suriah.
Assad mengaku, pihak berwenang Suriah sudah membongkar semua senjata kimia, termasuk laboratorium milik pemberontak. Bukti-bukti itu, lanjut Assad, sudah diserahkan kepada Rusia.
(esn)